Setahun Sudah Gempa Bumi Berlalu, Murid SDN 26 Talamau Masih Belajar di Ruang Terbuka

Pasaman Barat
Para siswa siswi kelas dua SD Negeri 26 Talamau Kabupaten Pasaman Barat, saat mengikuti proses belajar mengajar dihalaman sekolah, Selasa (7/3/2023). (Foto: Ist.)

PASAMAN BARAT (SumbarFokus)

Setelah kejadian musibah gempa bumi yang melanda Kabupaten Pasaman Barat pada 25 Februari 2022 lalu, yang mengakibatkan banyaknya bangunan rumah warga dan fasilitas umum mengalami kerusakan berat dan ringan, pelajar kelas dua Sekolah Dasar (SD) Negeri 26 Talamau, Kabupaten Pasaman Barat melaksanakan proses belajar mengajar di halaman sekolah.

Bacaan Lainnya

Walaupun berada di ruang terbuka, kadang merasakan panas dengan embusan angin, tanpa atap dan dinding sebagai pelindung, para generasi penerus bangsa ini tetap bersemangat dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar.

“Pasca gempa terjadi, anak-anak mengikuti kegiatan belajar mengajar di tenda darurat. Namun tenda itu telah rusak diterpa angin sehingga anak-anak sampai saat ini belajar di halaman sekolah khususnya yang kelas dua. Sedangkan siswa kelas lain ada juga yang belajar di lokal darurat,” ujar salah seorang guru, Yessi Gusmaini, kepada awak media, Rabu (8/3/2023).

Dikatakan, para siswa kelas dua ini terpaksa belajar di luar ruangan dalam keadaan darurat memakai meja dan kursi tanpa adanya atap dan dinding, bahkan cuaca panas terpaksa ditahan atau pindah ke tempat yang teduh di bawah pohon.

“Jika cuaca hujan gerimis, tetap juga ditahan, jika meja dan kursi basah terpaksa proses belajar mengajar dihentikan,” ungkapnya.

Ditambahkan, melihat situasi dan kondisi seperti ini memang sangat miris, kelas dua ada jumlah siswa sebanyak 14 orang yang saat ini para siswa sedang melaksanakan ujian. Selain itu, ada dua rungan kelas sekolah itu hangus terbakar pada Minggu (5/3/2023) lalu.

“Melihat kondisi seperti sekarang ini, tentunya sangat berharap bangunan sekolah kami untuk dapat segera diperbaiki dan dibangun kembali, agar proses belajar mengajar dapat terlaksana dengan baik dan lancar,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kabupaten Pasaman Barat Agusli mengatakan, sangat prihatin melihat kondisi siswa yang bangunan sekolahnya yang rusak akibat gempa bumi tahun lalu.

“Khususnya untuk SD Negeri 26 Talamau tahun ini akan dibangun sebanyak tiga lokal belajar dengan menggunakan Dana Alokasi Umum. Mudah-mudahan bisa segera dilaksanakan,” ucapnya.

Diterangkan, sebelumnya pihaknya juga telah membangun lokal darurat untuk menampung para siswa dalam menjalankan proses belajar mengajar di sekolah itu, sebagai langkah untuk mengantisipasi agar para siswa tidak belajar di luar sekolah.

“Pihaknya akan menekankan kepada pihak sekolah, agar dapat dibuat sistem dua shift atau masuk secara bergantian pagi dan siang. Saat ini jumlah siswa di SDN 26 Talamau ada sebanyak 134 orang, tentunya pengaturan belajar nantinya dapat diatur kembali, agar para siswa tidak belajar di luar ruangan lagi,” pintanya.

Agusli menyebutkan, pada tahun 2022 pihaknya telah mengusulkan pembangunan 15 sekolah yang mengalami kerusakan pasca terjadinya gempa bumi.
Pembangunan sekolah yang rusak sebenarnya telah dimulai sejak 2022 namun belum selesai.

“Selain itu, sebanyak sepuluh lokal darurat juga telah dibangun. Kami berharap Kemendikbud dapat segera menyediakan anggaran pembangunan lokal yang rusak akibat gempa,” harapnya. (018)

Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.



Pos terkait