Dia juga menerangkan, songket silungkang merupakan kekayaan sejarah dan budaya asli dari Silungkang, Kota Sawahlunto, yang telah ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda dan mendapat indikasi geografis atau diakui sebagai hak kekayaan intelektual.
“Agar songket Silungkang ini lestari dan dampak ekonominya pada masyarakat bertambah, maka Pemko melakukan berbagai upaya, termasuk melalui iven SISSCa yang telah dimukai sejak 2015 lalu,” katanya.
Berkaca dari setiap ajang, sebut Wako Deri Asta, SISSCa mampu meningkatkan gairah ekononi masyarakat, tidak saja seputaran produk songket tetapi juga transaksi ekonomi lainnya seperti UMKM dan juga sektor usaha jasa penginapan dan lainnya.
SISSCa 2023 digelar dengan sejumlah rangkaian acara, antara lain karnaval songket, nagari sarampak batanun, pameran produk ekonomi kreatif dan UMKM, dan lomba melukis payuang kote. (025)
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.





