Soal ‘KI Sumbar Dibekukan’, Wacana Jebakan untuk Mahyeldi Mencuat

Suasana pertemuan PJKIP Sumbar, membahas mengenai isu 'KI Sumbar dibekukan'. (Foto: PJKIP Sumbar/SumbarFokus)

PADANG (SumbarFokus)

Iklim keterbukaan informasi publik di Sumatera Barat (Sumbar) dibayangi awan mendung. SK Gubernur tentang tidak diperpanjangnya masa jabatan keanggoaan KI Sumbar menimlbulkan kekhawatiran di banyak kalangan. Terkait ini Perkumpulan Jurnalis Keterbukaan Informasi Publik (PJKIP) Sumbar langsung menyikapi kritis.

Bacaan Lainnya

“Kita prihatin atas terbitnya SK Gubernur Sumbar tentang mengganti SK Perpanjangan Gubernur yang efektif 2 Januari 2024,” ujar Ketua PJKIP Sumbar Almudazir, Jumat (5/1/2023), pada diskusi Bedah SK Gubernur Sumbar tersebut, di Padang.

Sementara, dedengkot PJKIP, yang juga Ketua Jaringan Pemred Sumbar (JPS) Adrian Tuswandi mengatakan, viralnya SK bubarkan KI Sumbar itu mencerminkan adanya skenario untuk meruntuhkan elektabilitas Mahyeldi.

“Saya sampai saat ini masih masih haqul yaqin kalau Mahyeldi itu pro keterbukaan informasi publik, dan sangat pantas memperoleh Tokoh Keterbukaan Informasi Publik Sumbar 2023 pada malam Anugerah KI Sumbar pertengahan Desember 2023,” ujar Adrian Tuswandi.

Toaik, biasa Adrian yang juga Komisioner KI Sumbar 2 Periode (2014-2023) disapa, mengatakan, advice Kadis Kominfotik dan Sekda Sumbar kepada Gubernur Sumbar sangat bertolak belakang dari UU 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP).

“UU KIP ini menggarisbawahi bahwa KI Provinsi adalah wajib dibentuk oleh Gubernur dan DPRD, di-SK dan dilantik oleh Gubernur, tidak ada satu pasal pun Gubernur memiliki kewenangan di UU aquo men- banned atau men- suspend atau membubarkan KI Provinsi,” ujar Adrian.

KI Sumbar dan KI Provinsi lain, ditegaskannya, adalah penjaga keterbukaan informasi publik.

“Sehingga itu saya sebut Gubernur Mahyeldi masuk jebakan Batman,” ujar Toaik.

Toaik mengaku kecewa atas terbitnya SK itu di tengah Gubernur Sumbar elektabilitasnya sedang tinggi menuju Pilkada 2024.

“Pak Mahyeldi itu elektabilitasnya menuju 50 persen jelang Pilkada 2024, dan saya meyakini kalau Pak Mahyeldi bisa dua periode menjabat Gubernur Sumbar,” sebut Toaik.

Menurutnya, banyaj yang akan sedih kalau elektabilitas Mahyeldi merosot karena SK yang disarankan oleh pejabat di Pemprov Sumbar ini.

“Ini akan menjadi hal yang bisa di- bully di kaum pro keterbukaan di Sumbar bahkan kaum pro keterbukaan di Indonesia,” ujar Adrian.

Di sisi lain, Novrianto ‘Ucok’, selalu Penasihat PJKIP Sumbar, mendesak PJKIP Sumbar untuk mengajukan permohonan informasi publik terkait terbitnya SK bubarkan KI Sumbar tersebut.

“Termasuk adanya pihak yang melempar bola panas ke Ketua DPRD, terkait lambatnya proses fit and proper test calon anggota KI Sumbar. Padahal itu ulah Komisi I DPRD Sumbar. Dan terkait seleksi di DPRD Sumbar, Ketua sudah memanggil Kadis Kominfo itu. Kok di keterangannya siang (Jumat) disebut surat Kominfotik tidak digubris DPRD Sumbar,” tegas Ucok.

Ditekankan, PJKIP perlu meminta Ketua DPRD Sumbar menjelaskan soal polemik KI Sumbar periode ketiga ini ke publik.

Sedangkan, selalu Pembina PJKIP, HM Nurnas, yang ikut hadir dalam pertemuan strategis itu, meminta PJKIP Sumbar menganalisis terkait SK Gubernur tersebut.

“Memang tidak ada tersurat membubarkan KI Sumbar, tapi kalau dibaca SK itu, interprestasi saya pribadi sudah bubarkan KI kok hari ini. Malah, diktum SK ini bisa diperbaiki jika diperlukan di kemudian hari juga tidak ada, termasuk batas efektifnya lembaga bentukan UU ini,” ungkap HM Nurnas.

Sementara, diberitakan banyak media, Sekda Hansastri dan Kadis Kominfotik Siti Aisyah membantah KI Sumbar dibubarkan, melainkan tidak memperpanjang masa jabatan Komisioner lagi.

“KI ada karena ada komisioner, kalau KI periode lama tidak diperpanjang, dan KI periode baru belum ada, itu apa namanya, Bapak!” ujar Toaik

Dialog bedah SK Gubernur berlangsung panas dan penuh semangat, membahas untuk bagaimana lembaga penjaga keterbukaan informasi publik, KI Sumbar itu, selalu ada, apa pun kondisinya. (000/ril)

Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.



Pos terkait