Festival tersebut menghadirkan lebih dari 60 UMKM dengan berbagai produk unggulan Sumatera Barat. Produk yang ditampilkan antara lain wastra, fesyen, kriya dan kerajinan, makanan dan minuman olahan, kopi, teh hingga produk berbasis keberlanjutan.
Selain pameran, SCF juga menghadirkan forum edukasi, business matching, kompetisi, pertunjukan seni dan budaya serta ruang pertemuan antara pelaku usaha, perbankan, buyer dan calon mitra.
Business matching pembiayaan yang difasilitasi dalam SCF 2026 mencapai sekitar Rp101,9 miliar. Fasilitas tersebut diharapkan membuka peluang kerja sama sekaligus memperkuat akses pembiayaan bagi pelaku UMKM.
Sementara, Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi mengatakan, pemerintah daerah terus memperkuat pengembangan ekonomi kreatif untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Dia mengatakan, penguatan dilakukan melalui hilirisasi produk, peningkatan kualitas produksi, percepatan akses keuangan bagi UMKM hingga percepatan sertifikasi halal.
Menurut Mahyeldi, pengembangan produk halal memiliki posisi penting bagi Sumatera Barat yang berlandaskan falsafah _Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah_. Pemprov Sumbar juga telah memiliki kebijakan mengenai pariwisata halal dan terus mendorong percepatan labelisasi halal bagi UMKM.
βSumatera Barat merupakan provinsi yang berfalsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah. Maka pengembangan produk halal memang menjadi bagian yang perlu kita kuatkan,β kata dia.
Mahyeldi menilai, pengembangan produk UMKM juga memiliki keterkaitan erat dengan sektor pariwisata. Terlebih, wisatawan mancanegara yang datang ke Sumbar banyak berasal dari Malaysia dan Singapura.
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.





