Tak Menyerah Saat Omzet Turun, Goreng Baluik Payakumbuh Kini Kian Berkembang

Rumah makan yang didirikan Alif Ahmad tersebut genap berusia dua tahun pada Minggu (23/8/2026). (Foto: Ist./SumbarFokus.com)

Namun, perkembangan usaha tersebut sempat mengalami tekanan. Sekitar enam bulan setelah berdiri, omzet yang sebelumnya cukup baik mengalami penurunan cukup jauh. Kondisi itu berlangsung selama sekitar enam bulan.

“Di awal berdiri, Alhamdulillah perkembangannya cukup bagus. Omzet juga lumayan untuk ukuran rumah makan yang baru buka. Tapi memasuki bulan keenam, kondisinya berubah. Omzet turun cukup jauh dan itu berlangsung sekitar enam bulan,” tutur Alif.

Penurunan omzet menjadi ujian bagi usaha yang masih tergolong baru. Alif memilih tidak menyerah. Dia melakukan evaluasi dan terus membenahi usaha sambil mempertahankan pelayanan kepada pelanggan.

“Waktu omzet turun, tentu ada rasa khawatir. Tapi saya berpikir, kalau usaha baru langsung menyerah ketika menghadapi masalah, kita tidak akan pernah tahu sejauh mana usaha ini bisa berkembang. Jadi kami memilih bertahan, memperbaiki apa yang kurang dan terus mencoba,” ujarnya.

Perlahan, kondisi usaha mulai membaik. Memasuki tahun kedua, pelanggan kembali bertambah dan perkembangan rumah makan menunjukkan tren positif.

Saat ini, omzet rata-rata Rumah Makan Goreng Baluik Payakumbuh telah mencapai lebih dari Rp60 juta per bulan.

Bagi Alif, capaian tersebut bukan sekadar angka. Dua tahun menjalankan usaha memberinya pengalaman bahwa bisnis membutuhkan kesabaran, konsistensi dan keberanian untuk melewati masa sulit.

“Bagi saya, dua tahun ini bukan hanya soal angka omzet. Yang paling penting adalah prosesnya. Kami pernah merasakan masa ramai, pernah juga mengalami penurunan. Dari situ saya belajar bahwa menjalankan usaha itu membutuhkan kesabaran, konsistensi dan keberanian untuk terus mencoba,” katanya.

Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.



Pos terkait