Memasuki tahun ketiga, Alif mulai menyiapkan target baru. Dia ingin Rumah Makan Goreng Baluik Payakumbuh terus berkembang dan membuka cabang.
“Sekarang rata-rata omzet sudah lebih dari Rp60 juta per bulan. Tentu kami bersyukur dengan pencapaian ini, tetapi saya tidak ingin berhenti di sini. Tahun ketiga target kami adalah terus berkembang dan mudah-mudahan bisa membuka cabang,” ungkapnya.
Menurut Alif, perkembangan usaha juga diharapkan dapat memberikan manfaat yang lebih luas, terutama melalui pembukaan lapangan pekerjaan.
“Harapan saya, Rumah Makan Goreng Baluik Payakumbuh semakin dikenal, semakin banyak pelanggan yang datang dan bisa memberikan manfaat, termasuk membuka lapangan pekerjaan bagi lebih banyak orang,” tambahnya.
Dua tahun perjalanan tersebut menjadi bukti bahwa sebuah usaha tidak hanya dibangun ketika keadaan sedang baik. Ada masa ketika pemilik harus mengambil keputusan untuk tetap bertahan meski omzet menurun.
Rumah Makan Goreng Baluik Payakumbuh kini telah melewati fase tersebut. Dari usaha catering, berkembang menjadi rumah makan, menghadapi penurunan omzet, lalu kembali tumbuh dengan omzet puluhan juta rupiah setiap bulan.
Memasuki tahun ketiga, Alif memilih kembali menatap ke depan. Target membuka cabang menjadi langkah berikutnya untuk membawa usaha tersebut tumbuh lebih besar sekaligus memberi manfaat bagi lebih banyak orang. (000)
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.





