“Kami berharap Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Sumatera Barat, Dinas Pertanian Kota Padang, akademisi, serta seluruh pihak terkait terus memberikan dukungan kepada para penerima manfaat,” katanya.
Dia berharap program tersebut mampu mendorong para penerima manfaat menjadi mandiri secara ekonomi.
“Harapan kami, para penerima manfaat yang saat ini masih berstatus mustahik dapat semakin mandiri secara ekonomi. Pada masa mendatang, kami ingin mereka tidak lagi menjadi penerima zakat, tetapi justru mampu menjadi muzaki atau pemberi zakat,” ujarnya.
Wakil Dekan II Fakultas Peternakan Universitas Andalas Nurhayati mengapresiasi UPZ Baznas Semen Padang yang melibatkan perguruan tinggi dalam program tersebut. Menurutnya, peternakan memiliki potensi besar dalam meningkatkan ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat.
Sementara itu, Kepala Bidang Bina Usaha dan Kelembagaan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Sumatera Barat Nirmala menilai usaha kambing etawa perah memiliki prospek yang baik karena permintaan susu kambing terus meningkat.
“Permintaan susu kambing terus mengalami peningkatan, sedangkan ketersediaannya belum banyak. Kondisi ini menjadi peluang bagi para peternak untuk mengembangkan usaha,” katanya.
Dia juga mendorong para peternak tidak hanya menjual susu segar, tetapi mulai mengembangkan produk olahan agar memiliki nilai tambah yang lebih tinggi.
Salah seorang penerima manfaat, Syafrinaldi, mengaku bersyukur mendapat bantuan ternak sekaligus pendampingan melalui program tersebut.
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.





