Akibat dan Penyebab Gempa Tektonik

Akibat Gempa Tektonik
Akibat gempa tektonik dapat bervariasi tergantung pada kekuatan gempa bumi, lokasi gempa, dan kondisi lingkungan. (Foto: Canva/Ist.)

PADANG (SumbarFokus)

Akibat Gempa Tektonik

Bacaan Lainnya

Akibat gempa tektonik dapat bervariasi tergantung pada kekuatan gempa bumi, lokasi gempa, dan kondisi lingkungan di sekitarnya. Beberapa akibat gempa tektonik yang umum terjadi adalah kerusakan bangunan, terjadinya longsor, dan terbentuknya gunung berapi baru.

Gempa tektonik juga dapat menyebabkan tsunami, yaitu gelombang air laut yang disebabkan oleh gerakan bumi yang terjadi setelah gempa bumi. Gempa tektonik yang kuat dapat menyebabkan kerugian materi yang besar, bahkan dapat mengakibatkan kehilangan nyawa jika terjadi di wilayah padat penduduk.

Contoh kerusakan yang dihasilkan oleh gempa tektonik adalah gempa bumi di Haiti pada tahun 2010, yang menyebabkan kerusakan yang sangat serius di wilayah tersebut. Gempa bumi ini memiliki magnitude 7,0 dan terjadi di ibu kota Haiti, Port-au-Prince. Gempa ini menyebabkan runtuhnya banyak bangunan, termasuk gedung-gedung pemerintahan, rumah sakit, dan sekolah. Gempa ini juga menyebabkan longsor di beberapa wilayah, dan mengakibatkan kehilangan nyawa lebih dari 200.000 orang.

Beberapa kerusakan yang dihasilkan oleh gempa tektonik di Indonesia adalah kerusakan bangunan, terjadinya longsor, dan terbentuknya gunung berapi baru. Misalnya, gempa bumi di Aceh pada tahun 2004 menyebabkan runtuhnya banyak bangunan di wilayah tersebut, termasuk rumah-rumah, sekolah, dan gedung-gedung pemerintahan. Gempa ini juga menyebabkan terjadinya tsunami yang melanda pantai Aceh, yang menambah kerusakan yang terjadi di wilayah tersebut. Gempa bumi di Lombok pada tahun 2018 juga menyebabkan kerusakan yang serius di wilayah tersebut, termasuk runtuhnya banyak bangunan, terjadinya longsor, dan terbentuknya gunung berapi baru.

Gempa tektonik dapat menyebabkan perubahan alam di sekitarnya, tergantung pada kekuatan gempa bumi dan kondisi lingkungan di sekitarnya. Beberapa perubahan alam yang dapat dihasilkan oleh gempa tektonik adalah terjadinya longsor, terbentuknya gunung berapi baru, dan terjadinya perubahan bentuk permukaan bumi.

Misalnya, gempa bumi di Sumatra pada tahun 2004 menyebabkan terjadinya longsor di beberapa wilayah di sekitarnya, sehingga mengakibatkan perubahan bentuk permukaan bumi di wilayah tersebut. Gempa bumi juga dapat menyebabkan terjadinya tsunami, yaitu gelombang air laut yang dapat mengakibatkan perubahan bentuk pantai dan dasar laut.

Penyebab Gempa Tektonik

Penyebab gempa tektonik adalah gerakan lempeng tektonik di dalam bumi. Lempeng tektonik adalah lapisan kulit bumi yang terdiri dari batuan dan mineral yang bergerak secara perlahan di atas lapisan mantel bumi yang lebih dalam. Ketika lempeng tektonik bertabrakan atau bergerak satu sama lain, tekanan dan tarikan yang terjadi dapat menyebabkan terjadinya gempa bumi. Gempa tektonik dapat terjadi di darat atau di laut, dan dapat menyebabkan kerusakan yang serius jika terjadi di dekat permukaan bumi.

Gempa tektonik terjadi karena gerakan lempeng-lempeng tektonik di bawah permukaan bumi. Lempeng-lempeng tektonik ini terdiri dari lapisan-lapisan batuan yang saling bergerak satu sama lain. Biasanya, gerakan ini terjadi secara perlahan-lahan, namun dari waktu ke waktu terdapat kumulasi tegangan di antara lempeng-lempeng tektonik yang menyebabkan terjadinya gempa.

Gerakan lempeng-lempeng tektonik ini dapat terjadi di sepanjang garis patahan (fault line) yang terdapat di bawah permukaan bumi. Garis patahan ini adalah batas antara dua lempeng tektonik yang saling bergerak. Saat terjadi gempa, lempeng-lempeng tektonik ini akan saling menekan dan menggeser satu sama lain, menyebabkan terjadinya getaran yang dapat dirasakan di permukaan bumi. Gempa tektonik biasanya terjadi di wilayah yang berada di sepanjang garis patahan ini.

Pergerakan lempeng tektonik disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya adalah panas dari dalam Bumi. Panas ini menyebabkan lempeng tektonik menjadi rata dan memunculkan pergerakan. Selain itu, gaya gravitasi dan gaya gesekan antarlempeng juga menjadi penyebab pergerakan lempeng tektonik. Pergerakan ini dapat terjadi secara perlahan-lahan atau dengan cepat, tergantung pada beberapa faktor, seperti jenis lempeng tektonik dan kekuatan gaya yang bekerja.

Ada tiga jenis lempeng tektonik yaitu lempeng dasar, lempeng tektonik, dan lempeng benua. Lempeng dasar terbentuk di bawah laut dan terdiri dari bahan magma yang masih mentah. Lempeng tektonik terbentuk di atas lempeng dasar dan terdiri dari batuan yang sudah terbentuk. Lempeng benua terbentuk di atas lempeng tektonik dan terdiri dari batuan-batuan beku yang sudah terbentuk. Pergerakan lempeng tektonik dapat terjadi pada semua jenis lempeng, tetapi biasanya terjadi pada lempeng tektonik dan lempeng benua.

Itulah penjelasan akibat gempa tektonik dan penyebabnya. Semoga bermanfaat! (006/BBS)

Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.



Pos terkait