Ciri Khas Atap Bagonjong di Minangkabau  

Atap Gonjong di struktur bangunan Bank Indonesia Sumbar. (Foto: YEYEN/SumbarFokus.com)

PADANG (SumbarFokus)

Atap bagonjong adalah jenis atap tradisional yang biasanya digunakan pada rumah adat Minangkabau di Sumatra Barat (Sumbar), yaitu Rumah Gadang.

Bacaan Lainnya

Atap ini memiliki ciri khas bentuk yang menyerupai tanduk kerbau atau disebut dengan bagonjong, yang memberikan identitas khas pada arsitektur tradisional Minangkabau.

Beberapa ciri atap bagonjong termasuk:

  1. Bentuk Tanduk Kerbau

Atap ini memiliki bentuk yang menyerupai tanduk kerbau, yang melambangkan kekuatan dan keberanian dalam tradisi Minangkabau.

  1. Struktur Rumah Panjang dan Runcing

Atap bagonjong umumnya digunakan untuk menutupi rumah adat Minangkabau yang memiliki struktur panjang dan melengkung di bagian ujungnya.

  1. Konstruksi Kayu yang Rumit

Pembuatan atap bagonjong melibatkan konstruksi kayu yang rumit dan memerlukan keahlian khusus. Kayu yang digunakan biasanya berasal dari kayu-kayu kuat dan tahan lama.

  1. Rangka Atap Bersusun

Atap bagonjong terdiri dari susunan kayu yang bersusun, membentuk pola yang indah dan unik. Rangka ini memberikan dukungan struktural pada atap.

  1. Sirip-sirip Halus di Sisi-sisi Atap

Atap ini sering kali memiliki sirip-sirip halus di sisi-sisinya, menambahkan keindahan dan menghasilkan bayangan yang menarik.

  1. Material Atap

Tradisionalnya, atap bagonjong dibuat dari bahan alami seperti ijuk (serat dari daun aren) atau daun rumbia. Namun, dengan perkembangan zaman, beberapa rumah adat mungkin menggunakan bahan atap modern seperti seng atau genteng.

Atap bagonjong tidak hanya memiliki fungsi praktis sebagai penutup rumah, tetapi juga membawa makna simbolis dan kebudayaan yang dalam bagi masyarakat Minangkabau. (015/BBS)

Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.



Pos terkait