PURBALINGGA (SumbarFokus)
Senyum dan rasa syukur terpancar dari wajah Rumiah, warga Dusun Batur, Desa Krangean, Kecamatan Kertanegara, Kabupaten Purbalingga, yang menjadi penerima bantuan rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH) dalam program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Reguler TA 2026 Kodim 0702/Purbalingga.
Bagi Rumiah, bantuan tersebut bukan sekadar perbaikan rumah, melainkan jawaban atas harapan yang telah lama dia dan suaminya nantikan. Selama sekitar tujuh tahun, dia tinggal di rumah sederhana berdinding anyaman bambu dan beralaskan tanah.
Sehari-hari, Rumiah beraktivitas sebagai ibu rumah tangga sekaligus membantu perekonomian keluarga dengan berjualan di warung kecil di depan rumah. Sementara itu, suaminya bekerja serabutan dengan penghasilan tidak menentu.
Kondisi tersebut membuat keduanya harus pandai mengatur keuangan untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari.
Kondisi rumah yang kurang layak kerap menambah beban, terutama saat musim hujan. Air sering masuk ke dalam rumah hingga membuat lantai menjadi becek. Atap yang bocor juga menambah rasa cemas, terutama ketika tetesan air mendekati instalasi listrik.
βKalau hujan itu kadang air masuk, lantainya jadi becek. Atap juga sering bocor, jadi takut kalau dekat kabel listrik,β ungkapnya, Senin (13/4/2026).
Selain itu, beberapa bagian rumah mulai mengalami kerusakan, mulai dari penyangga kayu yang lapuk hingga dinding yang berlubang. Meski telah beberapa kali melakukan perbaikan, keterbatasan ekonomi membuat perbaikan hanya dilakukan secara sederhana dan bertahap.
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.






