PADANG (SumbarFokus)
Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Sumatera Barat menggelar aksi unjuk rasa di depan Mapolda Sumbar, Senin (8/6/2026). Mereka mendesak aparat penegak hukum mengusut aktor intelektual dan pemodal yang diduga berada di balik maraknya aktivitas tambang ilegal di berbagai daerah di Sumatera Barat.
Aksi yang berlangsung sejak sore hari itu diwarnai orasi dan dialog terbuka dengan Wakapolda Sumbar Brigjen Pol Solihin. Meski sempat diguyur gerimis, massa aksi tetap bertahan menyampaikan tuntutan mereka.
Ketua DPD GMNI Sumbar Fikri mengatakan, aksi tersebut merupakan bentuk keprihatinan terhadap kerusakan lingkungan yang diduga ditimbulkan aktivitas pertambangan tanpa izin.
Menurut dia, persoalan tambang ilegal tidak cukup hanya menyasar pekerja lapangan, tetapi juga harus menyentuh pihak-pihak yang diduga memperoleh keuntungan dari aktivitas tersebut.
“Kami menyoroti kerusakan lingkungan yang terjadi akibat ulah oknum dan pemilik modal yang tidak bertanggung jawab,” kata Fikri.
Dia meminta aparat penegak hukum mengusut tuntas pihak yang diduga menjadi penyandang dana aktivitas tambang ilegal.
“Kami meminta keterbukaan mengenai siapa cukong dan investor yang terlibat. Publik berhak mengetahui pihak yang bertanggung jawab,” ujarnya.
Selain itu, GMNI juga mendesak agar proses penegakan hukum dilakukan secara transparan dan perkembangan penanganan kasus disampaikan secara berkala kepada masyarakat.
Menurut Fikri, keterbukaan informasi penting untuk mencegah munculnya berbagai spekulasi di tengah masyarakat.
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.





