Dilaporkan Warga Hendak Menggadai, Pelaku Pencurian Laptop dan Projektor di Pasbar Dibekuk

Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Basuki, saat memperlihatkan barang dalam gelar Press Release di Aula Bhayangkara Mapolres setempat, Sabtu (22/7/2023). (Foto: WISNU A. UTAMA/sumbarfokus.com)

PASAMAN BARAT (SumbarFokus)

Tiga orang lelaki masing-masing berinisial RH (35), AS (26) dan SH (26) diringkus Tim Khusus Tekab Gading Anti Bandit Unit Reskrim Polsek Lembah Melintang Polres Pasaman Barat. Ketiganya diduga melakukan tindak pidana pencurian chromebook, laptop, dan projektor milik SD Negeri 19 Lembah Melintang.

Bacaan Lainnya

Dalam penangkapan tersebut, Tim Tekab Gading Anti Bandit Unit Reskrim dipimpin langsung oleh Wakil Sementara Kapolsek Lembah Melintang AKP Junaidi, didampingi Kanit Reskrim Aiptu Rahmat Gultom beserta anggota.

Pelaku berhasil diringkus di salah satu warung trans jawa di Jorong Parit, Kecamatan Koto Balingka, Kabupaten Pasaman Barat, Sabtu (15/7/2023) sekitar pukul 11.00 WIB.

Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Basuki mengatakan, kasus pencurian ini terungkap berawal adanya informasi dari masyarakat, bahwa adanya salah seorang pemuda yang ingin menggadaikan laptop. Dari informasi tersebut, tim khusus Tekab Anti Bandit Unit Reskrim Polsek Lembah Melintang langsung melakukan penyelidikan dan menyebar informan di sejumlah tempat yang diduga tempat transaksi penjualan laptop.

“Dari ketiga pelaku, dua di antaranya RH dan SH merupakan residivis, sedangkan satu pelaku AS baru pertama kali melakukan tindak pidana pencurian,” ungkapnya, Sabtu (22/7/2023).

Diterangkan, bahwa kasus ini berawal dari laporan pihak SD Negeri 19 Lembah Melintang berdasarkan Laporan Polisi nomor : LP/B/38/VI/2023/SPKT/Sek LM/Res Pasbar/Polda Sumbar tanggal 7 Juni 2023. Dalam kejadian pencurian tersebut, pihak sekolah kehilangan berupa satu unit laptop merk Acer, 13 unit chromebook merk Axioo, serta tiga unit projector infokus merk Epson.

“Atas laporan tersebut dan berdasarkan Surat Perintah Penyidikan nomor : Sp. Sidik : SP.SIDIK/28/VII/2023/Reskrim, tanggal 4 Juli 2023 petugas langsung melakukan pemeriksaan terhadap para saksi dan melakukan penyelidikan atas kasus pencurian tersebut,” terangnya.

Dikatakan, petugas berhasil meringkus pelaku RH pada tanggal 15 Juli 2023 di sebuah warung di Nagari Parit Kecamatan Koto Balingka dan petugas menemukan barang bukti berupa, tujuh unit chromebook dan tiga unit projector infokus. Selanjutnya, kepolisian melakukan pengembangan, dan meringkus seorang pelaku AS di Kampung Joring, Nagari Ujung Gading Kecamatan Lembah Melintang.

“Dari pelaku AS, petugas mengamankan barang bukti berupa, dua unit chromebook yang saat itu berada di rumah mertua pelaku di Hutaraja Mandailing Natal, Provinsi Sumatera Utara,” ungkapnya.

Ditambahkan, pengembangan atas kasus tersebut terus dilakukan, selanjutnya pada tanggal 18 Juli 2023, petugas berhasil meringkus pelaku SH di Jorong Tampus Ujung Gading Kecamatan Lembah Melintang. Petugas sempat mendapatkan perlawanan dari pelaku SH dengan menggunakan sebilah pisau, namun petugas berhasil melumpuhkannya dan mengamankan empat unit chromebook yang disimpan disebuah kebun sawit belakang rumah kakak pelaku.

“Para pelaku ini merupakan pemain lama dalam aksi kriminalitas, sehingga petugas selama satu bulan melakukan serangkaian penyelidikan untuk menemukan titik terang pelaku yang merugikan pihak sekolah SD Negeri 19 Lembah Melintang,” tuturnya.

Ia menjelaskan, hasil pemeriksaan modus operandi ketiga pelaku ini adalah dengan cara merampas barang hasil curian yang dilakukan oleh pelaku DD (30) dan AD (35)
yang pada saat itu pelaku RH dan SH melihat aksi dari pelaku DD dan AD, yang identitasnya telah diketahui dan masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

“Beberapa barang bukti telah diamankan oleh petugas yakni, satu unit laptop merk Acer, 13 unit chromebook merk Axioo serta tiga unit projector infokus merk Epson, yang merupakan kelengkapan pembelajaran siswa siswi SD Negeri 19 Lembah Melintang. Atas kejadian tersebut, pihak sekolah mengalami kerugian mencapai Rp100 juta,” jelasnya.

Saat ini, ketiga pelaku beserta barang bukti telah diamankan di Mapolres Pasaman Barat untuk proses penyidikan lebih lanjut. Atas perbuatannya, pelaku RS dan SH dijerat Pasal 363 Yo 480 ayat 1 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal tujuh tahun penjara. Sedangkan pelaku AS dijerat Pasal 480 ayat 1 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal empat tahun penjara. (018)

Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.



Pos terkait