Dugaan Kasus Pencucian Uang Bermodus Ponzy Diungkap Polda Sumbar, Sudah sejak 2019 Beraksi

Jumpa pers ungkap kasus pencucian uang, di Polda Sumbar, Kamis (27/6/2024). (Foto: YEYEN/SumbarFokus.com)

PADANG (SumbarFokus)

Ditreskrimum Polda Sumbar berhasil mengungkap kasus dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dengan tindak pidana asal Penipuan dan Penggelapan, di Agam. Tersangka, MA (36), telah beroperasi sejak tahun 2019, hingga 2021, merupakan warga Dusun Jambak, Jorong Sungai Jaring, Kenagarian Koto Panjang, Kecamatan IV Koto, Agam.

Bacaan Lainnya

“Modus pelaku skema ponzy, yang mana tersangka MA melakukan kegiatannya dengan modus bisnis jual beli fiktif, dengan membayarkan keuntungan kepada investor berasal dari hasil tindak pidana penipuan dan penggelapan yang dilakukannya,” ungkap Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Dwi Sulistyawan, saat jumpa pers pada Kamis (27/6/2024), di Mapolda Sumbar.

Dijelaskan, MA, sejak 2019 hingga 2021, menawarkan kerjasama kepada korban untuk mengelola beberapa usaha, mulai dari jual beli Cimory dan Khanzler, jual beli buah, _handphone_, dan beberapa barang lainnya,” sebut Kombes Pol Dwi Sulistyawan.

Dijelaskan, korban memberikan kuasa kepada tersangka MA untuk melakukan penarikan pada rekening korban maupun rekening PT ASR milik korban, sehingga sekira tahun 2019, dimulailah kerja sama antara korban dengan tersangka.

“Namun sekira bulan Maret 2021, kerjasama tersebut menjadi macet, sebab tersangka tidak ada lagi mengirimkan keuntungan kepada korban, sebagaimana yang telah berjalan sebelumnya, sehingga mengakibatkan korban mengalami kerugian kurang lebih sebesar Rp. 17.993.901,.76,” ujarnya.

Atas kerugian tersebut, korban kemudian membuat korban melaporkan tersangka MA dalam perkara penipuan dan penggelapan pada Polresta Bukittinggi di tahun 2021, yang diketahui saat itu bisnis yang dilakukan adalah fiktif dan perkara tersebut telah diputus di Pengadilan Negeri Bukittinggi yang menyatakan tersangka MA terbukti secara sah dan meyakinkan telah melakukan tindak pidana penipuan dan dihukum dengan pidana penjara selama 5 tahun 4 bulan.

Selanjutnya, setelah itu, penyidik dari Ditreskrimum Polda Sumbar melakukan penyelidikan TPPU yang dilakukan oleh tersangka MA tersebut, hingga kemudian ditemukan fakta bahwa terdapat aliran dana ke beberapa orang yang diduga menerima uang hasil tindak pidana yang dilakukan oleh MA .

Dalam pemeriksaan dan analisa terhadap bukti-bukti dokumen yang ditemukan, kata Kabid Humas, penyidik menemukan ada enam orang saksi yang menerima, yang diduga merupakan keuntungan dari atau aliran dana hasil tindak pidana yang dilakukan oleh tersangka MA.

“Terhadap enam orang saksi dilakukan penyitaan barang bukti berupa aset, kendaraan, dan uang tunai Rp754 juta rupiah,” ujarnya.

Di kesempatan yang sama, Dirreskrimum Polda Sumbar Kombes Pol Andri Kurniawan mengatakan, untuk saat ini, penyidik baru menetapkan sdri MA sebagai Tersangka pelaku aktif TPPU.

“Tidak menutup kemungkinan akan ada tersangka lain sebagai pelaku pasif TPPU selaku pemenerima aliran dana hasil tindak pidana dari tersangka MA,” sebutnya.

Adapun barang bukti yang disita polisi antara lain:

• 1 (satu) unit Rumah di Jl. Gunung Kerinci I No.1 Kelurahan Bungo Pasang Kecamatan Koto Tangah Kota Padang;
• 1 (satu) unit rumah yang berada di Perumahan Cipta Karya XII Kel. Tuah Sakti Kecamatan Binawidya Kota Pekanbaru;
• 1 (satu) unit rumah yang berada di Perumahan Kalifa Estate No 2 yang berad di Kelurahan Sidomulyo Barat Kecamatan Tampan Kota Pekanbaru;
• 1 (satu) unit rumah yang berada di Perumahan Inara Regency Blok A No 1, yang berada di Jl. Teropong Kelurahan Kubang Raya, Kecamatan Siak Hulu Kabupaten Kampar, Provinsi Riau;
• 1 (satu) Unit Rumah Yang Berada Di Perumahan Griya Setya Nusa Blok C 12 No 25 Desa Kualu, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau;
• 1 (satu) unit Mobil CRV Warna Putih Nopol BM 3 RMA;
• 1 (satu) unit Mobil Avanza Warna Putih Nopol BM 1038 VW;
• 1 (satu) unit Mobil Ertiga Warna Putih Nopol bm 1038 vw;
• 1 (satu) unit Mobil Brio Warna Kuning Nopol BA 1440 ck;
• 1 (satu) unit Mobil Grand Max Nopol bm 1024 lv;
• 1 (satu) unit Mobil Honda City Warna Kuning NOPOL BM 1593 OB;
• 1 (satu) unit sepeda Motor Honda Vario Warna Hitam Nopol BM 2802 ABE;
• Uang tunai sejumlah Rp700 juta;
• Uang Tunai Sejumlah Rp54 juta;
• Mutasi rekening para saksi dan tersangka serta dokumen dokumen penting lainnya.

Pasal yang disangkakan kepada tersangka MA adalah Pasal 3 jo pasal 4 Undang-undang Nomor 8 Tahun 2010 Tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang dengan ancaman hukuman penjara paling lama 20 Tahun dan denda paling banyak Rp10 miliar. (003)

Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.



Pos terkait