Camat Pauh Titin Masfetrin menyampaikan apresiasi atas kepedulian tersebut.
“Bantuan ini sangat berarti sekali bagi kami. Terima kasih kepada Pak Dwi Soetjipto dan keluarga yang tetap peduli pada masyarakat Pauh. Dukungan seperti ini sangat membantu dalam memulihkan kondisi warga kami yang terdampak,” kata Titin.
Ia menjelaskan banjir bandang tidak hanya merusak rumah warga, tetapi juga fasilitas umum, lahan pertanian, serta memutus akses jalan di beberapa titik. Jumlah pengungsi sempat mencapai sekitar 400 jiwa, dan meski sebagian sudah kembali, masih ada 47 kepala keluarga yang bertahan di posko.
“Warga yang masih di pengungsian sedang bersiap pindah ke hunian khusus di Padang Sarai, Lubuk Buaya, yang disediakan pemerintah daerah. Bencana ini juga menyebabkan dua orang meninggal dunia di wilayah Pauh,” ujarnya. (000/sp)
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.






