Hal ini sesuai dengan dengan firman Allah dalam Q.s Al-A’raf : 80 dan 81 kaum Nabi Luth yang menyimpang dari fitrah manusia.
وَلُوطًا إِذْ قَالَ لِقَوْمِهِۦٓ أَتَأْتُونَ ٱلْفَـٰحِشَةَ مَا سَبَقَكُم بِهَا مِنْ أَحَدٍۢ مِّنَ ٱلْعَـٰلَمِينَ
إِنَّكُمْ لَتَأْتُونَ ٱلرِّجَالَ شَهْوَةًۭ مِّن دُونِ ٱلنِّسَآءِ ۚ بَلْ أَنتُمْ قَوْمٌۭ مُّسْرِفُونَ
Dan (Kami juga telah mengutus) Luth, ketika dia berkata kepada kaumnya, “Mengapa kamu melakukan perbuatan keji, yang belum pernah dilakukan oleh seorang pun sebelum kamu (di dunia ini). Sungguh, kamu telah melampiaskan syahwatmu kepada sesama lelaki bukan kepada perempuan. Kamu benar-benar kaum yang melampaui batas.
Ayat di atas menerangkan bahwa perbuatan yang dilakukan kaum Nabi Luth yang melakukan hubungan terhadap sesama jenis (laki-laki dengan laki-laki) melepaskan syahwatnya hanya kepada sesama jenis dan tidak berminat kepada perempuan. Allah menurunkan azab kepada kaum itu dengan memutarbalikkan negeri mereka, sehingga kaum Sodom dan termasuk istri Nabi Luth tertanam di dalam reruntuhan tanah bersama dengan terbaliknya negeri tersebut.
Allah Ta’ala berfirman dalam surah Adz-Dzariyat 49 :
وَمِنْ كُلِّ شَيْءٍ خَلَقْنَا زَوْجَيْنِ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ
“Segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan agar kamu mengingat (kebesaran Allah).”
Berdasarkan ayat tersebut, Allah Ta’ala sudah menegaskan bahwa segala sesuatu diciptakan secara berpasang-pasangan. Manusia pun diciptakan dengan fitrah yang telah ditetapkan oleh-Nya, yaitu laki-laki dan perempuan saling melengkapi. Oleh karena itu dalam prespektif islam, hubungan sesama jenis dipandang sebagai perilaku yang menentang ajaran, dipandang sebagai perilaku yang tidak sejalan dengan fitrah dan ketentuan yang telah Allah tetatapkan.
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.





