Dengan demikian, fenomena gay perlu dipahami secara komprehensif melalui berbagai sudut pandang. Dalam perspektif Islam, perilaku homoseksual dipandang bertentangan dengan fitrah dan ketentuan syariat, sedangkan dari perspektif medis perhatian utama diarahkan pada pencegahan perilaku seksual berisiko yang dapat berdampak pada kesehatan. Oleh karena itu, penguatan nilai-nilai agama, pendidikan moral, dukungan keluarga, serta edukasi kesehatan menjadi langkah penting dalam menjaga kemaslahatan individu dan masyarakat. (*Penulis adalah mahasiswa Pascasarjana UMSB)
Referensi:
Alang, Sattu, Islam Negeri, and Alauddin Makassar. “LESBIAN , GAY , BISEKSUAL DAN TRANSGENDER ( LGBT ) VERSUS KESEHATAN : STUDI ETNOGRAFI” 12, no. 1 (2019): 63–72.
Naim, Nainun, and Qomarul Huda. “Pendekatan Interdisipliner Dalam Studi Hukum Islam Perspektif M.Atho Mudzhar” 6, no. 1 (2021): 41–56.
Rahmah, Hardiyanti, Devi Amalia, and Hamidah. “Fenomena Lgbt Menurut Pandangan Psikologi, Sosial Dan Agama” 1, no. 2 (2023): 110–20.
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.





