Fadly berharap, kolaborasi penyelenggaraan Festival Kota Tua dapat terus diperkuat. Dia menargetkan, festival tersebut pada tahun mendatang dapat dikolaborasikan dengan rangkaian Hari Jadi Kota (HJK) Padang ke-358.
“Semoga kolaborasi ini semakin memeriahkan HJK sekaligus memperkuat daya tarik wisata dan budaya Kota Padang,” ujarnya.
Sementara itu, Albert Hendra Lukman mengatakan, Festival Kota Tua tahun ini tetap membawa filosofi “Urang Padang Jalan Barampek”, yang merepresentasikan keberagaman etnis Minangkabau, Tionghoa, Nias dan India dalam sejarah perkembangan Kota Padang.
Menurut dia, keterlibatan berbagai komunitas menjadi bagian penting untuk menghidupkan kawasan Kota Tua sekaligus memperkuat kebersamaan masyarakat.
“Festival tahun ini tetap mengangkat filosofi ‘Urang Padang Jalan Barampek’ yang merepresentasikan keberagaman etnis Minangkabau, Tionghoa, Nias, dan India dalam sejarah Kota Padang. Keterlibatan berbagai komunitas penting untuk menghidupkan Kota Tua sekaligus memperkuat kebersamaan masyarakat,” ujar Albert.
Dengan perpaduan seni, budaya, kuliner, kegiatan sosial dan olahraga tradisional, Festival Kota Tua 2026 diharapkan tidak hanya menjadi agenda hiburan, tetapi juga memperkuat posisi kawasan Kota Tua sebagai bagian dari identitas dan daya tarik wisata Kota Padang. (000/pdg)
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.





