“Saat Pantai Padang mulai dibenahi pada periode 2014 hingga 2018, pendapatan daerah dari sektor pariwisata meningkat hingga 600 persen. Ini menunjukkan bahwa kebersihan dan penataan lingkungan memberikan dampak nyata terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat,” katanya.
Mahyeldi juga mengapresiasi dukungan berbagai pihak, mulai dari perusahaan swasta, BUMN, BUMD, perbankan, komunitas, hingga relawan yang terlibat dalam peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun ini. Menurutnya, kolaborasi menjadi kunci untuk mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.
“Kita ingin Gerakan Indonesia Asri benar-benar hidup di tengah masyarakat. Kesadaran menjaga kebersihan harus menjadi budaya dan karakter setiap warga. Jangan menjadi penyebab sampah, tetapi jadilah pelopor dalam mengelola dan mengurangi sampah,” ujar Mahyeldi.
Sementara, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sumbar Tasliatul Fuaddi melaporkan bahwa kegiatan goro massal tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 yang melibatkan unsur pemerintah, masyarakat, relawan, dunia usaha, dan perguruan tinggi.
“Kegiatan ini diharapkan menjadi stimulus agar gerakan menjaga kebersihan lingkungan dapat dilaksanakan secara berkelanjutan oleh seluruh lapisan masyarakat di lingkungannya masing-masing,” kata Tasliatul Fuaddi.
Dia menjelaskan, jumlah peserta yang terlibat mencapai sekitar 430 orang, terdiri dari 230 peserta dari OPD Pemprov Sumbar, 35 peserta dari instansi vertikal dan akademisi, 55 peserta dari komunitas dan kelompok masyarakat, serta sekitar 85 peserta dari perusahaan, BUMN, BUMD, dan sektor perhotelan.
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.





