Dody mengatakan, Sekolah Rakyat yang direncanakan dibangun di atas lahan seluas 16 hektare itu berpotensi menjadi yang terbesar di Sumbar dengan kapasitas hingga 3.000 siswa.
Menurutnya, sekolah tersebut nantinya akan dilengkapi bangunan tiga lantai dan akses jalan menuju lokasi dengan lebar sekitar 5,5 meter.
“Saat ini pemerintah tengah melakukan proses pematangan lahan, sementara pembangunan fisik akan segera dimulai setelah tahapan tersebut selesai,” katanya.
Dia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam menyukseskan pembangunan Sekolah Rakyat.
“Program ini tidak bisa dikerjakan sendiri oleh kementerian, tetapi membutuhkan dukungan dan kolaborasi semua pihak agar pembangunan berjalan optimal dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Gubernur Sumbar Mahyeldi menegaskan komitmennya mendukung penuh pembangunan Sekolah Rakyat sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Menurut Mahyeldi, kehadiran Sekolah Rakyat diharapkan mampu memperluas akses pendidikan masyarakat sekaligus menjadi langkah strategis menekan angka kemiskinan di daerah.
“Kita sangat mendukung program strategis ini. Pemerintah provinsi bersama pemerintah kabupaten harus merespons secara cepat dan maksimal agar manfaatnya segera dirasakan masyarakat. Dengan peningkatan kualitas pendidikan, cita-cita Indonesia Emas 2045 insyaallah dapat terwujud,” katanya.
Pada kesempatan yang sama, Bupati Tanah Datar Eka Putra menyampaikan Pemerintah Kabupaten Tanah Datar telah menyiapkan lahan seluas 16 hektare untuk pembangunan Sekolah Rakyat.
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.






