Sementara, Suaidi Ahadi menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan Pemprov Sumbar selama dirinya mengemban amanah sebagai Kepala Stasiun Geofisika Padang Panjang sekaligus Koordinator BMKG Provinsi Sumbar selama satu tahun delapan bulan.
Menurutnya, koordinasi yang erat antara BMKG dengan Pemprov Sumbar melalui BPBD, Dinas Komunikasi dan Informatika, serta pemerintah kabupaten dan kota menjadi salah satu faktor penting dalam optimalisasi penyebarluasan informasi kebencanaan kepada masyarakat.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Barat. Selama ini hubungan BMKG dengan BPBD, Kominfo, dan seluruh stakeholder sangat erat. Sumatera Barat menjadi salah satu provinsi yang paling responsif terhadap setiap informasi yang kami keluarkan,” ungkap Suaidi.
Dia menjelaskan, jabatan Kepala Stasiun Geofisika Padang Panjang selanjutnya akan diemban oleh Toni, yang saat ini masih menyelesaikan penugasan di Manado sebelum resmi bertugas di Sumbar.
Pada kesempatan itu, Suaidi juga melaporkan sejumlah agenda strategis yang akan dilaksanakan BMKG di Sumbar, salah satunya penyerahan sertifikat Tsunami Ready Community dari UNESCO kepada Kabupaten Kepulauan Mentawai dan Kabupaten Pesisir Selatan pada 30 September 2026 mendatang.
Menurutnya, Sumbar saat ini menjadi provinsi dengan pengakuan Tsunami Ready Community terbanyak di Indonesia. Sejumlah wilayah yang telah memperoleh pengakuan tersebut antara lain Kelurahan Purus di Kota Padang, Nagari Tapakis di Kabupaten Padang Pariaman, Kampai Parak di Kabupaten Pesisir Selatan, serta dua kawasan di Kabupaten Kepulauan Mentawai.
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.





