Selain cabai merah, komoditas lain yang turut memberikan tekanan inflasi pada Oktober 2026 adalah cabai rawit, cabai hijau, ikan cakalang/sisik, serta biaya pendidikan akademi atau perguruan tinggi.
Di sisi lain, sejumlah komoditas mengalami penurunan harga sehingga menahan laju inflasi. Komoditas tersebut antara lain daging ayam ras, bawang merah, angkutan udara, ikan serai, dan kentang.
Secara tahunan, komoditas yang memberikan andil inflasi terbesar meliputi beras, bensin, cabai merah, daging ayam ras, serta ikan cakalang/sisik. Sementara itu, penurunan harga bawang merah, telur ayam ras, kentang, wortel, dan jahe turut menahan tekanan inflasi.
Berdasarkan wilayah, inflasi bulanan tertinggi pada Oktober 2026 terjadi di Kabupaten Pasaman Barat sebesar 1,42 persen, disusul Kota Padang 0,78 persen, Kabupaten Dharmasraya 0,59 persen, dan Kota Bukittinggi 0,55 persen.
Untuk inflasi tahunan, Kabupaten Dharmasraya mencatat angka tertinggi sebesar 5,25 persen, diikuti Pasaman Barat 4,61 persen, Bukittinggi 3,83 persen, dan Padang 3,60 persen. Sementara itu, inflasi tahun kalender tertinggi tercatat di Dharmasraya sebesar 4,38 persen.
Menghadapi tekanan inflasi tersebut, BI Sumbar bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) terus memperkuat langkah pengendalian harga melalui Gerakan Pangan Murah, operasi pasar, kerja sama antardaerah (KAD), serta penguatan neraca pangan.
Upaya lainnya dilakukan melalui business matching yang mempertemukan petani champion dengan offtaker dan pelaku logistik, serta koordinasi dengan daerah sentra produksi cabai untuk menjaga ketersediaan pasokan.
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.





