BI Sumbar memperkirakan tekanan inflasi akan mereda pada November 2026 seiring mulai berlangsungnya panen di sejumlah daerah sentra produksi, seperti Solok, Tanah Datar, Dharmasraya, dan Pasaman Barat. Pasokan dari luar Sumbar, termasuk Sumatera Utara, juga diharapkan membantu memenuhi kebutuhan pasar.
Meski demikian, sejumlah risiko masih perlu diwaspadai, terutama potensi curah hujan tinggi serta peningkatan permintaan masyarakat menjelang Natal dan Tahun Baru.
Dengan berbagai langkah pengendalian yang dilakukan, inflasi Sumbar pada akhir 2026 diprakirakan tetap berada dalam sasaran inflasi nasional sebesar 2,5 persen plus minus 1 persen.
Kepala Perwakilan BI Sumbar Mohamad Abdul Majid Ikram menyampaikan bahwa koordinasi dan sinergi pengendalian inflasi akan terus diperkuat untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pasokan pangan di daerah. (000/003)
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.





