Melihat semangat Riana yang menginspirasi, UPI YPTK Padang langsung memberikan Beasiswa Tahfidz penuh hingga lulus kuliah.
Dikatakan, ini adalah bentuk apresiasi kepada generasi penjaga Al-Qur’an, meski hidup di pelosok negeri.
“Ternyata, kami tidak hanya datang untuk kurban atau bakti sosial. Tapi juga menjemput seorang calon mahasiswi UPI YPTK dari Longos—namanya Riana. Riana Safitri, _masyaaAllah,_ ini adalah program beasiswa tahfidz UPI YPTK Padang mencetak guru sampai ke tanah longos, NTT.” tambah Rektor.
Perjalanan menuju Longos bukanlah perjalanan biasa. Dari Padang ke Jakarta lalu ke Labuan Bajo, menyeberangi lautan menuju pulau terpencil. Namun tak satupun dari rombongan merasa jauh. Sebab yang dicari bukan hanya destinasi, melainkan kedekatan dengan sesama. Langkah ini, dikatakan, juga mencerminkan misi UPI YPTK Padang untuk hadir secara nyata di tengah masyarakat, tidak hanya lewat kata-kata, melainkan juga dengan aksi nyata.
“Alhamdulillah , perjalanan empat hari ke pulau NTT, bersama dengan Ahhaberbagi, Atta Halilintar, Garuda Revolution, Yayasan Sahabat Bangun Negeri, UPI YPTK Padang telah mendapatkan banyak sekali manfaat dalam perjalanan ini. Alhamdulillah tadi kita juga telah mendapatkan satu poin penting. Ternyata di NTT, di Pulau Longos itu kita bukan hanya berbagi sapi kurban, bukan hanya datang untuk bakti sosial, ternyata hikmah dari Allah kita ke sana menjemput salah seorang calon mahasiswi UPI YPTK yang ada dari Pulau Longos. Mudah-mudahan ini akan menjadikan manfaat banyak untuk kita semua. Kami, Rektor UPI YPTK Padang, dari Labuan Bajo, NTT, pamit undur diri,” tukas Ridwan.
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.






