“Usulan perbaikan tersebut terkendala keterbatasan anggaran. Padahal, menurut perkiraan kami, kebutuhan biaya untuk memperbaiki akses jalan tersebut tidak terlalu besar,” ungkapnya.
Menyikapi kondisi tersebut, Ajar menyebutkan bahwa sejumlah warga kemudian berinisiatif menggalang bantuan secara sukarela. Donasi itu tidak hanya berasal dari masyarakat setempat, tetapi juga melibatkan perangkat nagari dan staf Puskesmas Ophir.
Hingga Jumat (23/10/2026), donasi yang berhasil terkumpul mencapai Rp3.385.000, ditambah bantuan satu truk material pasir. Seluruh bantuan tersebut merupakan sumbangan sukarela dari masyarakat dan pihak yang peduli terhadap kondisi fasilitas tersebut.
Ajar menegaskan, penggalangan donasi itu murni didasari semangat gotong royong dan kepedulian masyarakat agar lingkungan pelayanan publik menjadi lebih baik, aman, dan nyaman bagi warga.
“Semangat gotong royong ini dapat menjadi perhatian pemerintah nagari agar perbaikan halaman kantor wali nagari dan akses menuju Puskesmas Ophir bisa diprioritaskan sesuai kebutuhan masyarakat,” harapnya.
Ajar berharap, melalui sinergi antara masyarakat dan pemerintah, persoalan kerusakan akses pelayanan tersebut dapat segera ditangani secara bersama-sama, sehingga warga dapat memperoleh pelayanan pemerintahan dan kesehatan dengan lebih nyaman.
Sementara itu, Pj. Wali Nagari Ophir Edi Hartono mengatakan, kegiatan pembanguan bersumber dari donasi masyarakat yang dikelola oleh Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Nagari (LPMN) Ophir.
“Mewakili Pemerintahan Nagari Ophir turut mendukung kegiatan tersebut. Bahkan perangkat nagari maupun pegawai Puskesmas Ophir juga memberikan donasi,” katanya.
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.





