“Kendala yang kami hadapi saat ini adalah belum tersedianya teknologi untuk penggilingan pakan. Padahal, kami ingin memproduksi pakan sendiri dengan memanfaatkan jagung yang dibudidayakan masyarakat sebagai bahan baku utama, sehingga ke depan usaha ini bisa lebih mandiri,” ujarnya.
Mahasiswa KKN Universitas Andalas lainnya, Syaikhul Haafiz, menyampaikan harapan, agar pengalaman yang diperoleh selama kunjungan dapat menjadi bekal dalam menyusun program kerja yang mendukung pengembangan potensi lokal. Menurutnya, pengelolaan BUMNag yang memanfaatkan sumber daya secara berkelanjutan menjadi contoh baik dalam membangun kemandirian ekonomi nagari. (000/003)
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.





