“Yang ingin kami bangun adalah kolaborasi. Mahasiswa hadir untuk belajar bersama masyarakat, menerapkan ilmu pengetahuan, sekaligus mendukung pelestarian budaya dan pengetahuan lokal. Harapannya, program ini dapat menjadi fondasi bagi pengembangan ekowisata berbasis masyarakat,” katanya.
Pelaksanaan program dipimpin Rahmad Hidayat selaku ketua tim, dengan apt. Suryati, M.Farm., Ph.D., sebagai dosen pembimbing. Program ini melibatkan Mitra Tani dan Sanggar Seni Uma Jaraik Sikerei sebagai mitra masyarakat dalam pengembangan potensi lokal.
Kolaborasi lintas disiplin juga dilakukan dengan melibatkan Fakultas Farmasi, Fakultas Teknologi Pertanian, Fakultas Hukum, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, serta Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas.
Keterlibatan berbagai bidang keilmuan tersebut mendukung pengembangan ekowisata dari aspek etnofarmasi, pengelolaan potensi alam, pemberdayaan masyarakat, hingga pelestarian budaya tradisional. Pendekatan ini diharapkan mampu menyatukan pengetahuan akademik dengan kearifan lokal masyarakat Mentawai.
Program Mahasiswa Berdampak melalui Program Aksara ini didanai Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek).
Melalui kolaborasi mahasiswa dan masyarakat, pengembangan ekowisata tumbuhan obat lokal di Desa Muntei diharapkan tidak hanya memperkenalkan kekayaan biodiversitas Mentawai, tetapi juga menjaga keberlanjutan pengetahuan tradisional dan membuka peluang pengembangan potensi ekonomi masyarakat setempat. (000)
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.





