PADANG PARIAMAN (SumbarFokus)
Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah menekankan pentingnya penguatan peran nagari sebagai garda pengendalian sosial di tengah meningkatnya berbagai persoalan masyarakat.
Hal itu disampaikannya saat membuka kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa ke-128 Tahun 2026, di Padang Pariaman, Rabu (22/4/2026).
Dia menegaskan, nagari memiliki posisi strategis sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2022 tentang Provinsi Sumatera Barat yang menegaskan falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah sebagai jati diri masyarakat.
“Nagari adalah kawasan strategis. Karena itu, nilai adat dan falsafah yang kita pegang harus benar-benar dihidupkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Mahyeldi.
Dia mengingatkan pemerintah kabupaten dan kota agar serius dalam memperkuat peran nagari, terutama dalam menghadirkan aturan yang mampu menjaga tatanan sosial.
Menurut dia, berbagai persoalan sosial seperti penyimpangan perilaku hingga peredaran narkoba masih menjadi tantangan yang harus dihadapi bersama.
“Kita masih dihadapkan pada berbagai persoalan, termasuk penyimpangan perilaku dan peredaran narkoba. Ini menjadi tanggung jawab kita bersama untuk mengatasinya,” katanya.
Sebagai langkah konkret, dia mendorong setiap nagari untuk menyusun Peraturan Nagari berbasis kearifan lokal.
Dia menilai, aturan tersebut dapat menjadi instrumen pengendalian sosial sekaligus perlindungan bagi generasi muda.
“Peraturan Nagari ini penting untuk melindungi generasi muda kita, meminimalisir perilaku menyimpang, serta menciptakan ketenangan dan ketertiban di tengah masyarakat,” jelasnya.
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.






