Makan Malam bersama Dubes Arab, Sultan Diskusikan Isu Geopolitik hingga Penanganan Indah Haji dan Umroh

Sultan B Najamudin. (Foto: DPD RI/sumbarfokus.com)

JAKARTA (SumbarFokus)

Hubungan diplomatik antara Republik Indonesia dengan Kerajaan Arab Saudi terus mengalami perkembangan positif. Tentunya hubungan bilateral yang penting ini penting untuk dijaga dengan pendekatan diplomasi yang saling menguntungkan dengan prinsip saling menghormati oleh semua pihak terkait.

Bacaan Lainnya

Dalam rangka membangun kontribusi diplomasi lembaga parlemen, Wakil ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Sultan B Najamudin memenuhi undangan makan malam secara pribadi dari Duta Besar Kerajaan Arab Saudi untuk Indonesia, Yang Mulia Syeikh Muhammad Faisal Abdullah Al Mohdi, di kediaman pribadinya pada Jumat malam.

Pada kesempatan yang berharga itu, keduanya secara santai mendiskusikan berbagai isu terkini terkait geopolitik dan geoekonomi saat ini, termasuk terkait masa depan hubungan kedua negara hingga peluang investasi dan bisnis kedua negara.

“Alhamdulillah dalam suasana yang hangat selama hampir empat jam kami mendiskusikan banyak hal terkait upaya penguatan hubungan bilateral RI dan Kerajaan Saudi. Kami memiliki banyak pandangan yang sama dalam banyak isu terutama dalam upaya peningkatan kualitas bilateral kedua negara,” ujar Sultan melalui keterangan resminya, Sabtu (12/8/2023).

Arab Saudi, kata Sultan, merupakan negara sahabat yang sangat penting untuk Indonesia. Kita memiliki kepentingan yang sama pada banyak isu pembangunan, terutama dalam hal investasi dan ekonomi.

“Kita ingin RI-Arab Saudi bisa memainkan peran geopolitik yang menentukan dalam keanggotaan G20. Terutama dalam menghentikan isu islamophobia di beberapa negara anggota G20 seperti India,” kata mantan Wakil Gubernur Bengkulu itu.

Lebih lanjut Sultan menyampaikan bahwa Saudi Arabia terus mengupayakan agar kualitas dan kebutuhan kuota ibadah haji dan umrah bagi masyarakat Indonesia terus ditingkatkan.

“Kami sudah menyampaikan Indonesia membutuhkan lebih dari 300-400 ribu kuota haji setiap tahunnya. Yang mulia Dubes telah menyampaikan bahwa kuota haji dan umroh bagi masyarakat Indonesia harus ditambah sesuai kebutuhan. Dan tentunya harus diimbangi dengan peningkatan kualitas dan pelayanan bagi jama’ah haji dan umrah Indonesia di Saudi,” ungkap Sultan. (000/DPD)

Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.



Pos terkait