Nama Kabupaten Dharmasraya, Pengingat Sejarah Kerajaan di Masa Lampau

Peninggalan Kerajaan Dharmasraya di Sitiung, Kabupaten Dharmasraya. (Foto: Pinterest/SumbarFokus.com)

PADANG (SumbarFokus)

Kabupaten Dharmasraya adalah salah satu kabupaten yang terletak di ujung Provinsi Sumatera Barat, bersebelahan langsung dengan Provinsi Jambi dan Riau.

Bacaan Lainnya

Secara geografis Kabupaten Dharmasraya berada di ujung tenggara Provinsi Sumatera Barat dengan topografi daerah bervariasi antara berbukit, bergelombang dan datar.

Kabupaten Dharmasraya ini sendiri merupakan pemekaran dari Kabupaten Sawahlunto Sijunjung, yang dibentuk berdasarkan pada Undang-undang No. 38 Tahun 2003, yang dikenal dengan sebutan Ranah Cati Nan Tigo.

Namun, ternyata dahulunya Kabupaten Dharmasraya merupakan daerah Kerajaan Negeri Melayu bercorak Budha sekitar abad ke 11-12 Masehi yang ada di Sumatera.

Nama kabupaten ini diambil dari manuskrip yang terdapat pada Prasasti Padang Roco, di mana pada prasasti itu disebutkan bahwa Dharmasraya sebagai ibu kota dari Kerajaan Malayapura.

Salah satu bukti keberadaan Kerajaan Dharmasraya adalah penemuan Prasasti Grahi di selatan Thailand. Prasasti Grahi ditulis dalam bahasa Khmer dan berangkakan tahun 1105 Saka atau 1183 Masehi.

Prasasti Grahi menjelaskan tentang perintah Raja Dharmasraya Maharaja Srimat Trailokya Maulibhusana Warmadewa terkait pembuatan arca Budha kepada Bupati Grahi Mahasenapati Galanai.

Prasasti Grahi ini pun bertuliskan, “Empat belas pengikut serta tujuh Ratna Permata dibawa dari Bumi Jawa ke Suwarnabhumi, ditegakkan di Dharmasraya,”.

Sejarawan zaman kolonial Belanda sudah banyak mempelajari sejarah mengenai Kerajaan Dharmasraya ini, bahkan pada tahun 1930 memboyong arca Amoghapasa dan arca Bhairawa ke Museum Nasional Indonesia di Jakarta.

Namun sayangnya, kebanyakan masyarakat termasuk diantaranya pemuka adat Tuanku Rajo Dipati mengaku jika nama Dharmasraya sudah lama terlupakan oleh mereka. Nama Dharmasraya kembali mencuat ketika proses pemekaran Kabupaten Sawahlunto Sijunjung dan pada akhirnya dipakai kembali menjadi nama kabupaten yang baru.

Dalam rangkaian cerita sejarah yang ada, pemerintah Kabupaten Dharmasraya setiap tahunnya mengadakan Festival Ekspedisi Pamalayu di Sungai Batanghari untuk mengingatkan kepada generasi berikutnya bahwa di Kabupaten Dharmasraya dulunya merupakan daerah Kerajaan yang sukses.

Festival Ekspedisi Pamalayu ini pun menjadi pengingat akan peradaban masa lalu, dengan banyaknya catatan peninggalan sejarah dan nilai-nilai persatuan dan persahabatan antar dua kerajaan besar yaitu Kerajaan Melayu Dharmasraya dan Kerajaan Singosari.
(Magang-Zeni)

Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.



Pos terkait