Menurutnya, besarnya jumlah UMKM tersebut menunjukkan pentingnya pembinaan yang lebih terarah agar pelaku usaha dapat tumbuh dan naik kelas. Tantangan yang masih dihadapi antara lain akses permodalan, kualitas sumber daya manusia dan produk, literasi digital dan keuangan, akses pasar, serta legalitas usaha dan produk.
Sekretaris DPD PERBARINDO Sumbar dan Bengkulu Mardiah Muluk menilai, BPR dan BPRS perlu berperan sebagai mitra pertumbuhan UMKM, tidak hanya sebagai penyalur pembiayaan. Hal itu dilakukan melalui pembinaan, peningkatan kapasitas, business matching, pendampingan calon debitur dan debitur, serta penguatan kemampuan pengelolaan usaha dan keuangan.
“BPR dan BPRS tidak hanya menyalurkan pembiayaan kepada UMKM, tetapi turut membangun kemampuan UMKM agar mampu tumbuh, berkembang, dan berkelanjutan,” ujarnya.
Melalui PKS tersebut, kerja sama akan mencakup pemetaan dan identifikasi UMKM potensial, pendidikan dan pelatihan, pendampingan pengembangan usaha, literasi dan inklusi keuangan, business matching serta fasilitasi akses pembiayaan melalui BPR dan BPRS.
Kerja sama juga mencakup pemulihan UMKM terdampak bencana, pengembangan klaster atau sentra UMKM, serta monitoring dan evaluasi secara berkala. (028)
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.





