“Bantuan benih padi tersebut didanai melalui TKD APBD Agam dengan anggaran sekitar Rp46,8 juta,” ujarnya.
Dia berharap, bantuan yang telah disalurkan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh kelompok tani penerima. Selain membantu petani memulai kembali kegiatan budidaya, bantuan tersebut juga diharapkan dapat mendukung pemulihan produksi pangan di daerah terdampak.
Pasalnya, sektor pertanian menjadi salah satu bidang yang cukup penting bagi masyarakat di wilayah pedesaan. Kerusakan lahan akibat bencana tidak hanya berdampak terhadap kegiatan produksi, tetapi juga dapat memengaruhi pendapatan petani dan keberlangsungan ekonomi keluarga.
Karena itu, menurut Heri, pemulihan lahan pertanian tidak cukup hanya dengan memberikan bantuan benih. Pemerintah juga perlu memastikan petani mendapatkan pendampingan selama proses budidaya berlangsung.
Distan Agam, lanjutnya, berkomitmen memberikan pendampingan kepada kelompok tani penerima manfaat. Pendampingan tersebut dilakukan melalui tenaga penyuluh pertanian yang berada di lapangan.
Para penyuluh akan membantu petani dalam proses budidaya, mulai dari persiapan lahan, penanaman, pemeliharaan tanaman hingga proses panen. Pendampingan tersebut diharapkan dapat membantu petani memperoleh hasil produksi yang lebih optimal.
Selain bantuan benih padi, Pemerintah Kabupaten Agam melalui Distan juga menyiapkan bantuan pupuk bagi tujuh kelompok tani penerima bantuan benih tersebut.
Bantuan pupuk yang diusulkan terdiri atas dua jenis, yakni pupuk NPK dan Urea. Secara keseluruhan, terdapat 468 karung pupuk yang masuk dalam usulan bantuan.
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.





