Pascabencana, Pemkab Agam Salurkan 1,95 Ton Benih Padi ke Petani

Distan Agam menyalurkan bibit gratis untuk petani yang terdampak bencana. (Foto: Distan Agam/SumbarFokus.com)

Heri menjelaskan, dari jumlah tersebut sebanyak 312 karung merupakan pupuk NPK, sedangkan 156 karung lainnya berupa pupuk Urea.

“Secara keseluruhan terdapat 468 karung pupuk yang masuk dalam usulan bantuan, dengan rincian 312 karung merupakan pupuk NPK dan 156 karung berupa pupuk Urea,” katanya.

Bantuan pupuk tersebut ditargetkan dapat disalurkan kepada kelompok tani sekitar September 2026. Namun, proses pengadaan bantuan pupuk tersebut saat ini masih berada dalam tahap pengusulan. Pemerintah daerah memperkirakan kebutuhan anggaran untuk pengadaan pupuk tersebut mencapai sekitar Rp445 juta.

Bantuan pupuk tersebut diharapkan dapat melengkapi dukungan pemerintah kepada petani yang sebelumnya telah menerima bantuan benih. Dengan tersedianya benih dan pupuk, petani diharapkan dapat menjalankan kembali kegiatan usaha tani secara lebih optimal.

Bacaan Lainnya

Heri menegaskan bahwa pemulihan sektor pertanian pascabencana membutuhkan proses yang dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan. Tidak hanya menyangkut penyediaan sarana produksi, tetapi juga pendampingan kepada petani agar bantuan yang diberikan benar-benar memberikan manfaat.

Menurutnya, keberhasilan pemulihan pertanian juga akan sangat bergantung pada keterlibatan petani dalam mengelola bantuan yang telah diberikan.

“Dukungan berupa benih dan pupuk tersebut diharapkan dapat membantu petani terdampak bencana dalam memulihkan kegiatan usaha tani secara bertahap,” sebutnya. (038)

Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.



Pos terkait