Cara Penulisan Partikel ‘Pun’ yang Tepat, Dipisah atau Digabung?

Cara Penulisan Partikel 'pun' yang Tepat
Partikel -pun wajib ditulis terpisah dari kata sebelumnya jika itu bukan merupakan kata hubung pada kalimat. (Foto: Pin./sumbarfokus.com)

PADANG (SumbarFokus)

Kata ‘pun’ sering kita gunakan dalam berbicara dan menulis sehari-hari. Saat menulis kata ‘pun’, sebenarnya harus dipisah atau digabung, ya?

Bacaan Lainnya

Inilah yang banyak membuat orang lain kebingungan dengan tata cata penulisan kata ‘pun’. Untuk lebih jelasnya, simak penjelasan cara penulisan pun yang benar berikut ini.

Apa Kata Pun Itu?

Berdasarkan situs Kemendikbud, kata ‘pun’ ditulis dalam KBBI dengan -pun yang merupakan partikel (p).

Sebagai sebuah partikel, -pun biasanya bersifat statis atau tidak mengalami perubahan bentuk sebagaimana kata kerja atau kata benda misalnya. Selain -pun , partikel lain dalam bahasa Indonesia adalah -lah, -kah, dan -tah.

Lalu apa makna dari -pun?

Dari segi makna, partikel -pun sama seperti kata sambung atau kata depan. Kata ini tidak memiliki makna leksikal dan hanya memiliki arti ketika berada dalam kalimat (makna gramatikal).

Artinya, -pun ini tidak memiliki makna dalam kamus bahasa Indonesia jika ditulis satu kata saja. Kata -pun baru memiliki makna jika dipakai dalam susunan gramatikal atau tata bahasa, teman-teman.

Dalam KKBI, partikel –pun memiliki setidaknya lima makna berbeda sesuai dengan konteks kalimat, yaitu:

(1) juga atau demikian juga;

(2) meski, biar, kendati;

(3) saja;

(4) sesuatu mulai terjadi;

(5) menegaskan, menguatkan atau menyatakan pokok kalimat.

Cara Penulisan -Pun

Apakah partikel -pun ditulis terpisah atau tersambung dengan kata sebelumnya? Ternyata kita harus memahami tata caranya terlebih dulu, ya.

Partikel -pun bisa ditulis terpisah atau tersambung dengan kata sebelumnya.

  1. Partikel -Pun Digabung

Partikel -pun digabung hanya saat menulis kata hubung sebuah kalimat.

Contoh kata hubung kalimat adalah: adapun, biarpun, ataupun, maupun, kendatipun, sungguhpun, sekalipun, walaupun, andaipun, kalaupun, meskipun, dan bagaimanapun.

Kata hubung kalimat dan partikel -pun harus selalu digabung, ya.

  1. Partikel -Pun Dipisah

Partikel -pun wajib ditulis terpisah dari kata sebelumnya jika itu bukan merupakan kata hubung pada kalimat.

Partikel -pun memiliki makna dalam KBBI sesuai dengan sebelumnya, sehingga -pun bisa berfungsi sebagai kata dalam kalimat yang tidak boleh digabung.

Contoh kalimat:

– Nira tidur, Nisa pun begitu. (Pun memiliki makna ‘juga’)

– Hujan pun, aku akan tetap datang. (Pun memiliki makna ‘meski’)

– Tidur pun tak sanggup. (Pun memiliki makna ‘saja’)

– Matahari pun tenggelam. (Pun berfungsi menegaskan sesuatu telah terjadi)

– Maka, ibu pun merah karenanya. (Pun berfungsi untuk menegaskan pokok kalimat)

Itulah penjelasan cara penulisan pun yang benar. Semoga bermanfaat! (006/BBS)

Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.



Pos terkait