Di luar lingkungan kerja, PLN menjalankan program pemberdayaan perempuan di bidang ekonomi, pendidikan, dan lingkungan melalui Srikandi Movement serta program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).
Program tersebut menyasar kelompok rentan, perempuan masyarakat adat, perempuan kepala keluarga, serta pelaku usaha yang mengembangkan potensi lokal. Melalui berbagai inisiatif tersebut, PLN berupaya memperluas kesempatan bagi perempuan untuk meningkatkan keterampilan, mengembangkan usaha, dan mencapai kemandirian ekonomi.
Sepanjang 2025, program pemberdayaan berbasis gender PLN menjangkau 327.415 perempuan melalui 139 program yang dilaksanakan bersama komunitas di seluruh Indonesia.
Nurlely menegaskan, pemberdayaan perempuan membutuhkan pendampingan berkelanjutan agar manfaat program dapat dirasakan dalam jangka panjang.
“Pemberdayaan berkelanjutan membutuhkan lebih dari sekadar bantuan. Perempuan perlu memperoleh pendampingan, keterampilan, akses pasar, dan kesempatan untuk mengembangkan potensi ekonominya. Melalui kemitraan dengan berbagai pihak, PLN berupaya memastikan setiap program sesuai dengan kebutuhan masyarakat sehingga manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang,” jelasnya.
Melalui penghargaan WEPs Awards 2026 dan berbagai program pemberdayaan tersebut, PLN menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kesetaraan gender, menciptakan lingkungan kerja yang inklusif, serta memperluas peluang bagi perempuan untuk berkontribusi dalam pembangunan dan perekonomian nasional. (000/UID-Sumbar)
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.





