Polda Sumbar Ungkap Kasus Penyalahgunaan BBM Bersubsidi dan Illegal Logging

Polda Sumbar melalui Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) berhasil mengungkap kasus illegal logging dan penyalahgunaan BBM bersubsidi. (Foto: Polda Sumbar/SumbarFokus.com)

PADANG (SumbarFokus)

Polda Sumbar melalui Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) berhasil mengungkap kasus illegal logging dan penyalahgunaan BBM bersubsidi.

Bacaan Lainnya

Hal ini disampaikan Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Dwi Sulistyawan, didampingi Dirreskrimsus Polda Sumbar Kombes Pol Alfian Nurnas, saat menggelar konferensi pers, Rabu (26/6/2024), di Mapolda Sumbar.

“Ada empat tersangka kasus penyalahgunaan BBM bersubsidi, dan dua tersangka illegal logging,” kata Kombes Pol Dwi Sulistyawan.

Penangkapan pertama pari Kamis tgl 6 Juni 2024 Sekira Pukul 22.00 WIB, di Jalan Lintas Padang – Alahan Panjang Jorong Taluak Dalam Kenagarian Alahan Panjang, Kecamatan Lembah Gumanti, Kabupaten Solok Provinsi Sumatera Barat, dengan tersangka FZ (37).

Modus yang dilakukan, BBM jenis Bio Solar dibeli secara berulang kali di SPBU dengan menggunakan tangki mobil truk, kemudian Bahan Bakar Minyak jenis Bio Solar di pindahkan ke dalam sejumlah jerigen yang telah disiapkan di sebuah gudang penumpukan.

“BBM jenis Bio Solar yang sudah berada dalam jerigen, dinaikkan ke atas truk untuk selanjutnya di jual kepada Saudara TM yang (DPO),” ujarnya.

Penangkapan kedua, pada Jumat tanggal 7 Juni 2024, sekira pukul 11.00 WIB, di sebuah ruko yang berada di Jalan By Pass nomor 159, Kelurahan Kampai Tabu Kerambil, Kecamatan Lubuk Sikarah, Kota Solok, Provinsi Sumatera Barat, dengan tersangka AT (52).

Pada saat dilakukan penangkapan, seorang sopir yang melakukan pengangkutan bahan bakar jenis bio solar yang disubsidi pemerintah, tanpa izin sedang melakukan penyalinan ke dalam diregen kapasitas 35 L. Terhadap tersangka dan satu unit mobil warna merah pert beserta 19 Jerigen Kapasitas 35 L berisikan bahan bakar jenis bio solar bersubsidi.

Kemudian pada hari Senin tgl 10 Juni 2024 Sekira Pukul 00.30 WIB di SPBU yang berada di Jl. Raya Lintas Utama Sumatera, Koto Baru, Kecamatan Koto Baru Kabupaten Dharmasraya Provinsi Sumatera Barat dilakukan penangkapan terhadap PR (22).

Pada saat dilakukan penangkapan, seorang laki-laki sedang melakukan kegiatan pengisian BBM Jenis Pertalite dengan menggunakan 1 (satu) unit mobil Daihatsu Grandmax warna silver Nopol BH 1026 AH pada nozel SPBU 14.275.570. yang berada di Jl. Raya Lintas Utama Sumatera, Koto Baru, Kecamatan Koto Baru Kabupaten Dharmasraya Provinsi Sumatera Barat.

Saat dilakukan penggeledahan, didapatkan di dalam mobil terdapat 25 buah jerigen kapasitas 35 Liter yang berisikan BBM jenis pertalite sebanyak 31,5 lter.

“Terhadap tersangka dan satu unit mobil Daihatsu Grandmax beserta jirigen berisikan pertalite diamankan guna proses hukum lebih lanjut,” ujarnya.

Selanjutnya, pada hari Minggu tanggal 23 Juni 2024, sekira pukul 06.00 Wib di Jln By Pass Simpang Empat Lampu Merah Kelurahan Pasar Ambacang Kecamatan Kuranji, Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat, telah dilakukan penangkapan terhadap BT (27).

Pada saat dilakukan penangkapan, seorang sopir yang melakukan pengangkutan bahan bakar jenis Bio Solar yang disubsidi pemerintah tanpa izin. Tersangka dan 1 (satu) unit mobil warna biru yang bermuatan bahan bakar jenis bio solar telah diamankan.

Modus tersangka, BBM jenis Bio Solar Bersubsidi yang diangkut oleh satu unit mobil truk tanki kapasitas 10.000 Liter, BBM tersebut didapat dari beberapa lokasi penumpukan BBM jenis Bio Solar.

“Jumlah bahan bakar minyak jenis bio solar yang diangkut sekira 10.000 liter, yang akan di bawa ke daerah Provinsi Bengkulu,” ujarnya.

Para tersangka melanggar Pasal 55 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi, yang ditambah dan diubah Pada Pasal 40 angka 9 Undang-Undang Nomor 6 tahun 2023 tentang Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja Menjadi Undang-Undang Juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHPidana.

“Dipidana dengan pidana penjara paling lama enam tahun dan denda paling tinggi Rp60 miliar,” ucapnya.

Sementara, Dirreskrimsus Kombes Pol Alfian Nurnas menyebut, dari hasil pemeriksaan terhadap tersangka, diakui bahwa mereka melakukan aksinya baru beberapa bulan.

“Pengakuannya baru satu dua tiga bulan. Biasanya sudah cukup lama, tapi pengakuan mereka baru beberapa bulan,” ujarnya.

Kepada masyarakat, jika menemukan adanya penyalahgunaan BBM bersubsidi, pihaknya mengimbau untuk dapat segera melaporkan ke Polda Sumbar untuk diproses hukum.

*Illegal logging*

Untuk kasus illegal logging, penangkapan dilakukan pada hari Senin, tanggal 10 Juni 2024, sekira Pukul 02.00 WIB, di Jalan Lintas Sijunjung – Batusangkar Kenagarian Taluak, Kecamatan Lintau Buo, Kabupaten Tanah Datar, Provinsi Sumatera Barat.

Saat itu, dilakukan penangkapan dua orang laki-laki, dalam perkara dugaan tindak pidana melakukan kegiatan pengangkutan kayu hasil hutan tanpa memiliki dokumen yang merupakan surat keterangan sahnya hasil hutan, dengan menggunakan satu unit kendaraan jenis Colt Diesel Merk Mitsubsihi Canter warna Kuning Nomor Polisi BA 9611 EE.

Tersangka dan satu unit kendaraan jenis Colt Diesel Merk Mitsubsihi Canter warna Kuning Nomor Polisi BA 9611 EE yang bermuatan kayu hasil hutan tanpa dilengkapi dokumen tersebut diamankan guna proses hukum lebih lanjut.

Tersangka berinisial E (49) ), warga Jorong Kubu Rajo, Kecamatan Limo Kaum, Kabupaten Tanah Datar. Kemudian, M (54), warga Jorong Kubu Rajo, Kecamatan Limo Kaum, Kabupaten Tanah Datar.

Untuk modusnya, melakukan pengangkutan kayu hasil hutan tanpa memiliki dokumen yang merupakan surat keterangan sahnya hasil hutan dengan menggunakan satu unit kendaraan jenis Colt Diesel Merk Mitsubsihi Canter warna Kuning Nomor Polisi BA 9611 EE.

“Dari hasil pemeriksaan, tersangka menerangkan bahwa kegiatan tersebut baru dilakukan pertama kali,” kata Dirreskrimsus.

Barang bukti yang disita satu unit kendaraan Colt Diesel Merk Mitsubishi Canter 125PS warna Kuning nomor Polisi BA 9611 EE beserta kunci kontak yang bermuatan Kayu hasil hutan sejumlah 562 batang jenis kayu kelompok rimba campuran berbentuk pecahan sawmil dengan Volume 5,53 M³, dan satu lembar Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) Colt Diesel Merk Mitsubishi Canter 125PS warna Kuning nomor Polisi BA 9611 EE.

Pasal yang disangkakan yaitu Pasal 88 ayat 1 huruf a UU no 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan.

“Ancaman pidana penjara paling singkat satu tahun dan paling lama lima tahun serta pidana denda paling sedikit Rp500 juta,” ujarnya. (000)

Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.



Pos terkait