Dia menuturkan, komunikasi antara tim teknis Universitas Andalas dan Pemerintah Kota Bukittinggi berjalan dengan baik sehingga proses perbaikan dapat dilaksanakan sesuai kebutuhan.
Prof Is Prima Nanda mengaku, Jam Gadang memiliki nilai emosional tersendiri bagi dirinya karena sejak kecil sudah akrab dengan kawasan tersebut.
โJam Gadang Bukittinggi punya kenangan khusus bagi kita, karena waktu sekolah TK dan SD tempat bermainnya di sana,โ katanya.
Menurut dia, Jam Gadang bukan hanya bangunan bersejarah, tetapi juga bagian dari identitas masyarakat Bukittinggi yang harus terus dijaga keberadaannya.
Dia mengaku bangga pernah mendapat kesempatan menjadi bagian dari tim yang membantu proses perbaikan ikon wisata tersebut.
โSenang dan bangga saya bisa berpartisipasi dalam perbaikan ikon wisata kota yang saat ini kembali dipimpin Bapak Ramlan Nurmatias,โ ujarnya.
Jam Gadang yang dibangun pada 1926 kini genap berusia 100 tahun. Selain berfungsi sebagai penanda waktu, bangunan tersebut telah berkembang menjadi simbol sejarah, budaya, dan kebanggaan masyarakat Minangkabau yang dikenal luas hingga tingkat nasional maupun internasional. (000/003)
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.





