“Harapannya, peserta dapat mengaplikasikan materi yang diperoleh dengan baik sehingga budidaya maggot BSF ini benar-benar bisa dimanfaatkan, baik untuk pengurangan sampah organik maupun untuk memberikan nilai tambah ekonomi,” katanya.
Sementara itu, Kepala DLH Provinsi Sumbar Tasliatul Fuaddi mengapresiasi kolaborasi antara PT Semen Padang, DLH Sumbar, dan FMIPA Unand dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan lingkungan.
“Upaya pengelolaan sampah tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen, termasuk perguruan tinggi, dunia industri, dan masyarakat,” ujarnya.
Melalui kolaborasi tersebut, kegiatan diharapkan mampu melahirkan agen perubahan yang memahami pentingnya pengelolaan sampah secara mandiri dan berkelanjutan. (000/sp)
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.






