JAKARTA (SumbarFokus)
Anggota Komisi VI DPR RI Rahmat Saleh menilai besarnya selisih antara target dan realisasi kinerja PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) dapat berdampak terhadap reputasi perusahaan apabila tidak segera diperbaiki.
Sorotan tersebut disampaikan Rahmat saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi VI DPR RI bersama Direktur Utama PT Agrinas Palma Nusantara Mohammad Abdul Ghani di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (6/7/2026).
Dalam rapat itu, Rahmat menyoroti adanya persoalan pada sektor operasional maupun finansial perusahaan yang dinilai memiliki kesenjangan cukup besar dibandingkan target yang telah ditetapkan sebelumnya.
“Ada dua kesenjangan yang bapak sampaikan, pertama adalah kesenjangan operasional dan yang kedua adalah kesenjangan financial. Dan dua kesenjangan ini kalau seandainya tidak kita clearkan ini bisa menjadi reputasi Agrinas di bawah kepemimpinan bapak dan tim menjadi jelek,” kata Rahmat.
Dia mengatakan, masyarakat kini menaruh harapan agar perusahaan pelat merah mampu menghadirkan capaian yang realistis dan transparan, bukan sekadar angka target yang tidak dapat direalisasikan di lapangan.
“Kayaknya negara kita termasuk masyarakat sudah bosan di prank dengan angka-angka. Oleh karena itu di bawah kepemimpinan Pak Prabowo ini kita berharap BUMN-BUMN ini memang memberikan angka yang real dan bukan harapan pepesan kosong kepada masyarakat,” ujarnya.
Rahmat mengungkapkan capaian operasional perusahaan juga masih jauh dari target. Ia menyebut capaian Tandan Buah Segar (TBS) mengalami defisit hingga 40 persen, sedangkan utilitas pabrik kelapa sawit tercatat mengalami defisit mencapai 80 persen.
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.





