Rahmat Saleh Ingatkan Agrinas soal Defisit Operasional dan Pendapatan

Anggota Komisi VI DPR RI Rahmat Saleh menilai besarnya selisih antara target dan realisasi kinerja PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) dapat berdampak terhadap reputasi perusahaan apabila tidak segera diperbaiki. (Foto: Ist./SumbarFokus.com)

Selain itu, Rahmat turut menyoroti realisasi pendapatan perusahaan yang dinilai sangat jauh dari target awal. Menurut dia, pendapatan PT Agrinas Palma Nusantara hanya terealisasi Rp1,833 miliar dari target sebesar Rp5,480 miliar.

“Realisasi pendapatan PT APN itu hanya Rp1.833 miliar dari target Rp5.480 miliar, Pak. Itu jauh sekali. Kalau beda-beda 10 persen mungkin enggak apa-apa ya, ini defisit 57 persen,” tegasnya.

Rahmat menilai kesenjangan tersebut mengindikasikan adanya persoalan mendasar dalam tata kelola perusahaan. Ia mempertanyakan apakah kondisi itu disebabkan oleh perencanaan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) yang tidak realistis atau lemahnya pelaksanaan target oleh manajemen perusahaan.

“Saya tidak tahu di mana salah kita pak, apakah salah kita di perencanaan RKP atau salah kita dalam mengelola perusahaan sehingga target itu tidak tercapai. Tapi menurut saya dua-dua kesalahan ini adalah salah kita,” ujar Rahmat.

Bacaan Lainnya

Dia juga mengingatkan agar kondisi tersebut tidak terus berlangsung karena berpotensi memengaruhi tingkat kepercayaan masyarakat terhadap perusahaan maupun jajaran manajemen yang memimpinnya.

“Saya takut masyarakat menyalahkan bapak. Apakah tidak bisa merencanakan capaian atau tidak bisa mencapai apa yang direncanakan,” tambahnya.

Rahmat menegaskan, masyarakat membutuhkan BUMN yang mampu menghadirkan kontribusi nyata melalui kinerja sehat dan keuntungan yang benar-benar dapat dirasakan negara maupun publik.

“Ini tentu tidak baik bagi sebuah BUMN yang kita berharap dapat memberikan keuntungan yang real bukan angka-angka yang membuat masyarakat terkena frank dalam hal ini,” pungkas Rahmat. (000)

Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.



Pos terkait