“Setelah melalui seleksi tingkat kecamatan, SMP Semen Padang dinyatakan lolos dan berhak mengikuti penilaian tingkat kota,” ujarnya.
Menurut April Chan, penilaian UKS tidak hanya berfokus pada kelengkapan fasilitas kesehatan, tetapi juga pelaksanaan program kesehatan yang berkelanjutan serta pembiasaan perilaku hidup bersih dan sehat di lingkungan sekolah.
Dari sisi sarana, SMP Semen Padang memiliki ruang UKS terpisah untuk siswa laki-laki dan perempuan yang dilengkapi berbagai fasilitas pendukung seperti tempat tidur perawatan, timbangan berat badan, alat pemeriksaan kesehatan, perlengkapan pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K), alat ukur tekanan darah, hingga tandu.
“Fasilitas UKS menjadi salah satu aspek penting dalam penilaian. Namun yang tidak kalah penting adalah bagaimana fasilitas tersebut dimanfaatkan untuk mendukung kesehatan siswa melalui berbagai program yang terencana dan berkelanjutan,” katanya.
Selain fasilitas kesehatan, sekolah juga menjalankan berbagai program edukasi kesehatan, pemantauan kesehatan peserta didik, pembiasaan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), serta pengelolaan lingkungan sekolah yang mendukung kesehatan warga sekolah.
Dia menilai, keberadaan UKS tidak hanya berfungsi sebagai tempat pelayanan kesehatan sederhana, tetapi juga menjadi sarana pembentukan karakter dan budaya hidup sehat bagi peserta didik.
“Melalui UKS, siswa tidak hanya mendapatkan layanan kesehatan, tetapi juga belajar untuk membiasakan diri hidup sehat, menjaga kebersihan, dan peduli terhadap lingkungan sekitar,” ujarnya.
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.





