Tak Sembarangan, Ini Arti Elemen dan Jumlah Bulu Garuda Pancasila

Burung Garuda Pancasila. (Foto: Pinterest/SumbarFokus.com)

PADANG (SumbarFokus)

Sebagaimana yang diketahui, burung garuda telah menjadi lambang negara Indonesia yang diusulkan oleh Sultan Hamid II pada tahun 1950.

Bacaan Lainnya

Setiap tanggal 1 Juni, rakyat Indonesia selalu merayakan hari lahirnya Pancasila yang selalu dikaitkan dengan simbol burung garuda.

Penetapan Burung Garuda sebagai lambang negara tidaklah dilakukan secara sembarangan karena memiliki makna yang dalam. Lalu, apa makna dari simbol Burung Garuda dalam Pancasila? Berikut adalah penjelasannya.

Pada lambang Burung Garuda Pancasila ini memiliki tiga komponen dengan makna tersendiri, yakni Burung Garuda, perisai, dan pita putih.

Burung Garuda melambangkan keuatan dan warna emasnya melambangkan kemulian. Perisai yang ada di tengahnya mengartikan pertahanan Indonesia. Lalu, pita putih bertuliskan semboyan negara Indonesia, yaitu Bhinneka Tunggal Ika, yang dicengkram oleh kedua kaki Burung Garuda bermakna “berbeda-beda tetapi satu jua”.

Slogan tersebut menjadi kekuatan bangsa Indonesia yang mempunyai keanekaragaman suku, budaya, agama, dan sebagainya.

Selain itu, sayap Burung Garuda yang mengembang bermakna bahwa garuda menjunjung tinggi nama baik bangsa dan negara Indonesia.

Lalu, jumlah bulu yang ada pada burung garuda juga memiliki makna.

1. 17 helai bulu sayap kanan dan kiri: melambangkan tanggal kemerdekaan Indonesia
2. 45 helai bulu leher: melambangkan tahun kemerdekaan Indonesia, yaitu 1945
3. 19 helai bulu pangkal ekor: melambangkan tahun Kemerdekaan Indonesia, yaitu 1945
4. 8 helai bulu ekor: melambangkan bulan kemerdekaan Indonesia yaitu Agustus, sebagai bulan kedelapan dalam satu tahun kalender Masehi.

Angka-angka tersebut menunjukkan tanggal 17 Agustus 1945 yang merupakan hari kemerdekaan Negara Republik Indonesia.
(Magang-Halwa)

Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.



Pos terkait