UMKM Naik Kelas, PLN Adakan Pelatihan Design dan Packaging Aesthetic

Dukung UMKM naik kelas, PLN Unit Induk Distribusi (UID) Sumatera Barat adakan Pelatihan Design dan Packaging Aesthetic kepada anggota Rumah BUMN Dharmasraya, bertempat di Alinia Resort and Park Dharmasraya, Kamis (07/12/2023). (Foto: PLN Sumbar/sumbarfokus.com)

DHARMASRAYA (SumbarFokus)

Dukung UMKM naik kelas, PLN Unit Induk Distribusi (UID) Sumatera Barat adakan Pelatihan Design dan Packaging Aesthetic kepada anggota Rumah BUMN Dharmasraya, bertempat di Alinia Resort and Park Dharmasraya, Kamis (07/12/2023).

Bacaan Lainnya

Hadir sebagai peserta pelatihan puluhan pelaku UMKM anggota Rumah BUMN Dharmasraya yang terdiri dari pengusaha makanan ringan kemasan, pengusaha kue basah, madu, hingga kerajinan tangan. Kadis Koperindag Dharmasraya Nofriadi Roni Puska dan Kabid Perindustrian Dinas Koperindag Hendra Kelana Putra pun turut hadir.

General Manager PLN UID Sumatera Barat Eric Rossi Priyo Nugroho berharap, kegiatan ini dapat menstimuli pelaku UMKM untuk semakin baik dan naik kelas. Seperti mengimplementasikan pembuatan desain menarik, mengelola packaging aesthetic, dan semakin lincah menggunakan sarana-sarana promosi digital.

‘’Dengan UMKM naik kelas, tentu akan berdampak positif pada perekonomian Kabupaten Dharmasraya, pun Indonesia pada umumnya. PLN siap mendukung seluruh anggota Rumah BUMN Dharmasraya semakin maju dan berjaya dalam upaya meningkatkan kesejahteraan ekonomi,’’ lanjut Eric.

Pemateri pelatihan Fhadel Trio Putro, merupakan entrepreneur muda asal Sawahlunto kelahiran tahun 1994. Di usia yang terbilang muda, Fhadel telah terlatih memasarkan produk lokal ke kancah nasional hingga internasional dengan omzet ratusan juta setiap bulan. Kepada peserta, Fhadel memaparkan kiat-kiatnya mengelola berbagai peluang dan sumber daya alam yang ia jumpai.

Menurut Fhadel, keberanian untuk mengambil risiko dan kreativitas untuk mencoba hal-hal baru adalah salah satu kunci sukses pelaku usaha.

‘’Saya mengambil risiko meninggalkan karir yang sangat baik di Jakarta di usia 20an tahun, untuk mengelola sumber daya singkong yang cukup banyak di kampung. Saat itu, saya bermodalkan “yakin” bahwa singkong-singkong ini bisa menjadi sesuatu yang menjanjikan jika dikelola dan dikemas dengan menarik,’’ sampai Fhadel.

Fhadel kemudian menyampaikan, strategi mengemas sumber daya alam menjadi produk yang menarik sangatlah penting. ‘’Jangan mau untung besar dulu. Lebih baik mengambil provit kecil dengan produk dan packaging menarik, keuntungan akan jauh berlipat ganda. Buat identitas yang kuat terlebih dahulu pada packaging produk kita, terus eksplore kreativitas untuk packaging aestetic hingga bisa melekat di benak penikmat produk kita,’’ lanjutnya.

Sementara itu Kadis Koperindag Dharmasraya Nofriadi Roni Puspa mengatakan, UMKM yang naik kelas adalah UMKM yang mau terus belajar, rutin melakukan evaluasi dan selalu memberikan perbaikan dari evaluasi-evaluasinya.

‘’Maka mari jadikan wadah Rumah BUMN ini sebagai tempat untuk continous learning. Semua anggota maju dan tumbuh bersama,’’ katanya.

Roni pun berharap, pelaku-pelaku UMKM di Kota Dharmasraya semakin fokus pada upaya-upaya pemasaran yang mengikuti perkembangan dan kebutuhan target pembeli.

‘’Selain kualitas produk, kita tak bisa pungkiri masyarakat saat ini menyukai produk yang menarik, eye cathing, dan terekspose. Jadi mari Bapak Ibu, lebih kreatif lagi,’’ lanjut Roni. (000/UID-Sumbar)

Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.



Pos terkait