PADANG (SumbarFokus)
Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir memimpin High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Padang menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, di Gedung Putih Rumah Dinas Wali Kota Padang, Kamis (7/5/2026).
Rapat tersebut dihadiri unsur Forkopimda, Bank Indonesia, Bulog, BPS, hingga Pertamina guna memperkuat pengawasan terhadap stabilitas harga pangan dan distribusi energi di Kota Padang.
Dalam pertemuan itu, Maigus Nasir menyoroti isu dugaan pengoplosan LPG subsidi 3 kilogram yang dinilai berpotensi mengganggu pasokan gas bersubsidi bagi masyarakat kecil.
“Ini disinyalir jadi penyebab hilangnya pasokan tabung melon di pasaran. Kita harus awasi ketat di lapangan agar hak masyarakat kecil tidak dirampas,” kata Maigus Nasir.
Selain LPG, antrean panjang Biosolar di sejumlah SPBU juga menjadi perhatian Pemerintah Kota Padang karena mulai mengganggu lalu lintas dan distribusi.
Pemerintah Kota Padang meminta Pertamina transparan terkait kuota distribusi BBM sekaligus memastikan nelayan tetap mendapatkan jatah BBM subsidi.
Meski harga ayam dan telur mulai melandai, TPID masih mewaspadai fluktuasi harga cabai yang berpotensi memicu kenaikan inflasi menjelang Iduladha.
Maigus Nasir mengatakan, terdapat tiga faktor utama yang berpotensi memengaruhi stabilitas ekonomi daerah dalam waktu dekat.
Menurut dia, faktor tersebut meliputi konflik Timur Tengah yang berdampak pada kenaikan harga minyak dunia dan tiket pesawat, lonjakan permintaan hewan kurban dan bahan pangan pokok, serta fluktuasi harga BBM yang berdampak terhadap biaya distribusi barang.
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.





