Sementara itu, Gubernur Sumbar Mahyeldi menyebut Hari Jadi ke-81 bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum menghargai jasa pendahulu, mensyukuri capaian, dan mengevaluasi pekerjaan yang masih harus diselesaikan.
Mahyeldi memaparkan, ekonomi Sumbar pada Triwulan II 2026 tumbuh 4,54 persen secara tahunan. Meski demikian, pertumbuhan tersebut harus berdampak pada peningkatan kesempatan kerja, pendapatan riil, dan kesejahteraan masyarakat secara merata.
Dia memaknai “Sumbar Tumbuh” sebagai upaya meningkatkan kualitas hidup, memperkuat ekonomi, dan membuka peluang bagi generasi muda. Sementara “Sumbar Tangguh” berarti kemampuan menghadapi tantangan, bangkit dari kesulitan, serta memperkuat fondasi sosial, budaya, dan pemerintahan.
Rapat paripurna tersebut turut dihadiri Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto, unsur Forkopimda, anggota DPR dan DPD RI asal Sumbar, kepala daerah se-Sumbar, serta sejumlah tokoh masyarakat. Momentum ini menegaskan pentingnya kolaborasi pemerintah, DPRD, dunia usaha, perguruan tinggi, masyarakat, dan perantau untuk mewujudkan Sumbar yang maju, sejahtera, dan tangguh menghadapi masa depan. (003)
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.





