Dia juga mendorong penguatan koordinasi antara masyarakat, pemerintah nagari, pemerintah daerah, serta pihak terkait lainnya. Menurutnya, koordinasi yang baik akan membuat penanganan bencana dapat dilakukan lebih cepat, terarah, dan efektif.
“Penanggulangan bencana membutuhkan keterlibatan bersama. Pemerintah memiliki peran, tetapi masyarakat juga harus memiliki kesiapan dan kemampuan untuk mengambil tindakan ketika terjadi keadaan darurat,” katanya.
Kecamatan Lunang, kata Bakri, juga perlu meningkatkan perhatian terhadap potensi bencana yang dapat terjadi di wilayah Pesisir Selatan. Edukasi kebencanaan menjadi salah satu langkah penting untuk membangun masyarakat yang mampu mengenali risiko dan mengambil tindakan secara tepat.
Melalui sosialisasi tersebut, Bakri berharap masyarakat tidak hanya memahami ketentuan dalam Perda Nomor 4 Tahun 2023, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat yang terus dibangun akan menjadi modal penting dalam menciptakan Sumatera Barat yang lebih tangguh dan siap menghadapi bencana. (003)
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.





