Penataan Pasar Pusat kembali menjadi isu strategis. DPRD mendorong perbaikan tata letak, keamanan, dan kebersihan, termasuk penyelesaian piutang retribusi sebesar Rp17 miliar yang dinilai berdampak pada pendapatan daerah.
Untuk mengurai kemacetan, DPRD merekomendasikan penyediaan lahan parkir representatif serta evaluasi sistem satu arah yang dinilai belum optimal.
Di sektor ekonomi, DPRD menyoroti pentingnya pembaruan database UMKM dan IKM yang dinilai belum valid. DPRD juga mendorong pengaktifan kembali UPTD Pengolahan Kulit melalui Perumda serta penguatan identitas daerah sebagai sentra sapi perah dan pertanian organik.
Selain itu, DPRD meminta kajian ulang tarif air minum Perumda Tirta Serambi yang belum mengalami penyesuaian sejak 2010, dengan mempertimbangkan kualitas layanan dan keberlanjutan operasional.
Pada sektor pendidikan, DPRD menekankan perbaikan sarana sekolah dan pemerataan distribusi guru. Peningkatan kemampuan baca tulis Al-Qur’an juga menjadi perhatian.
Ku
Di bidang kesehatan, DPRD mendorong peningkatan layanan RSUD, termasuk pemenuhan dokter spesialis serta optimalisasi layanan Puskesmas 24 jam.
Untuk kelembagaan, DPRD mengusulkan pemisahan sejumlah OPD guna meningkatkan efektivitas kerja, serta penambahan SDM Inspektorat untuk memperkuat pengawasan internal. Transformasi digital layanan publik juga didorong agar lebih cepat dan efisien.
Pada sektor pariwisata, DPRD meminta optimalisasi Islamic Center sebagai ikon wisata religi, serta penguatan kegiatan keagamaan seperti MTQ. Pengelolaan sampah juga menjadi catatan penting agar lebih efektif.
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.






