Dalam kesempatan yang sama, Komandan Komando Daerah Maritim (Kodamar) II Padang, Laksamana Muda TNI Sarimpunan Tanjung mengatakan pelaksanaan Ekspedisi Rupiah Berdaulat merupakan wujud sinergi antara Bank Indonesia dan TNI Angkatan Laut dalam menjaga distribusi uang rupiah hingga ke seluruh wilayah Indonesia.
Menurutnya, kondisi geografis Indonesia sebagai negara kepulauan menuntut kerja sama lintas sektor agar masyarakat di wilayah terpencil tetap memperoleh akses terhadap uang rupiah layak edar.
Untuk mendukung pelaksanaan ekspedisi ini, TNI Angkatan Laut mengerahkan KRI Kurau-856 yang akan berlayar selama tujuh hari dengan rute Padang–Siberut (Maileppet)–Muara Sikabaluan–Sipora–Pagai Utara–Pagai Selatan dan kembali ke Padang. Total jarak pelayaran yang ditempuh mencapai sekitar 505 nautical mile (NM).
Sementara itu, Direktur Departemen Pengelolaan Uang Bank Indonesia, Novyanto menjelaskan Ekspedisi Rupiah Berdaulat di Sumatera Barat merupakan ekspedisi keenam dari total 23 ekspedisi yang dilaksanakan Bank Indonesia sepanjang 2026.
Disebutkan, misi utama program tersebut adalah memastikan masyarakat memperoleh uang rupiah dalam jumlah yang cukup dan kualitas yang baik, terutama di wilayah yang masih memiliki keterbatasan akses layanan perbankan.
“Kebutuhan uang tunai di wilayah kepulauan dan daerah terpencil masih cukup tinggi. Karena itu, Bank Indonesia terus berupaya memastikan ketersediaan uang rupiah layak edar sekaligus menarik uang yang sudah tidak layak untuk diedarkan kembali,” ujarnya.
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.





