Untuk menjaga kondisi tersebut, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) bersama perangkat daerah melakukan sejumlah langkah, antara lain inspeksi ke pasar dan distributor, operasi pasar murah, pemantauan harga dan stok, koordinasi dengan daerah penghasil komoditas, serta penguatan pasokan bahan kebutuhan pokok.
Upaya menjaga ketersediaan pangan juga dilakukan melalui program Gerakan Menanam. Pemko Batam menyiapkan pengembangan kawasan hortikultura cabai seluas 30 hektare untuk cabai merah keriting dan 20 hektare untuk cabai rawit hijau. Ribuan bibit cabai juga telah didistribusikan ke sejumlah wilayah di Kota Batam.
Dukungan pengendalian inflasi turut dilakukan pada sektor distribusi dan transportasi. Pemerintah memberikan bantuan BBM untuk angkutan laut antarpulau, serta mendukung operasional Bus Trans Batam dan bus sekolah gratis, termasuk untuk wilayah hinterland seperti Bulang, Galang dan Belakang Padang.
Sementara untuk membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau, Pemko Batam menjalankan pasar murah bersubsidi dan Mobil Jaga Inflasi Keliling (GASING). Sepanjang Agustus 2026, kegiatan GASING dilaksanakan di sejumlah wilayah Kecamatan Bengkong.
Dari sisi ketersediaan, stok pangan juga masih dalam kondisi aman. Data per 26 Agustus 2026 mencatat persediaan beras sebanyak 3.393.503 kilogram, minyak goreng 204.704 kilogram, dan gula 134 kilogram. Laporan monitoring juga tidak menemukan potensi kekurangan stok beras.
Hingga pekan keempat Agustus 2026, Pemko Batam telah melaksanakan delapan dari sembilan upaya pengendalian inflasi daerah. Satu upaya yang belum terlaksana adalah realisasi Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk pengendalian inflasi. Sementara program lainnya masih berjalan secara bertahap sesuai jadwal dan tahapan administrasi masing-masing perangkat daerah.
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.





