Inflasi Sumbar Juni 2026 Melandai, Bank Indonesia Optimistis Tetap dalam Sasaran Nasional

Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi tercatat sebesar 0,50 persen (month to month/mtm), lebih rendah dibandingkan Mei 2026 yang mencapai 0,90 persen. (Foto: Ist./SumbarFokus.com)

Secara wilayah, inflasi bulanan terendah terjadi di Kota Bukittinggi sebesar 0,35 persen dan Kota Padang sebesar 0,36 persen. Sebaliknya, inflasi tertinggi tercatat di Kabupaten Pasaman Barat sebesar 1,01 persen, disusul Kabupaten Dharmasraya sebesar 0,61 persen. Secara tahunan, inflasi tertinggi juga terjadi di Dharmasraya sebesar 5,91 persen, diikuti Pasaman Barat 5,90 persen, Bukittinggi 4,52 persen, dan Padang 4,19 persen.

Menghadapi perkembangan tersebut, Bank Indonesia Provinsi Sumatera Barat bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) terus memperkuat langkah pengendalian inflasi melalui percepatan rekonstruksi infrastruktur pascabencana, intensifikasi operasi pasar dan Gerakan Pangan Murah, optimalisasi Kerja Sama Antar Daerah (KAD), serta penguatan ketahanan pasokan hortikultura melalui pengembangan urban farming dan kelompok tani.

Bank Indonesia memprakirakan inflasi Sumatera Barat sepanjang 2026 tetap berada dalam rentang sasaran nasional. Namun, sejumlah risiko masih perlu diwaspadai, antara lain dampak El Nino terhadap produksi pangan, kenaikan harga energi global, gangguan rantai pasok, meningkatnya biaya logistik, bencana alam, hingga tekanan nilai tukar rupiah yang berpotensi mendorong inflasi impor. (000/003)

Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.

Bacaan Lainnya



Pos terkait