Jangan Lupa Pemilu 14 Februari, Waspadai Kecurangan dan Serangan Fajar!

Teddy Alfonso. (Foto: Dok. Pribadi/SumbarFokus.com)

PADANG (SumbarFokus)

Semakin mendekati hari pemilihan, atmosfer politik semakin memanas. Masyarakat perlu tetap waspada terhadap potensi kecurangan dan serangan fajar yang mungkin terjadi.

Bacaan Lainnya

Itu ditekankan oleh anggota Dewan Pakar Majelis Nasional Kahmi (Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam), Teddy Alfonso, baru-baru ini, dalam sebuah pertemuan dengan wartawan di kantornya.

“Semua pasangan calon dan calon legislatif memiliki potensi untuk melakukan kecurangan dan serangan fajar. Masyarakat tidak boleh lengah. Setiap kubu memiliki kepentingan politiknya masing-masing, yang bisa memicu tindakan-tindakan yang tidak fair,” ujarnya.

Serangan fajar, yang merujuk pada upaya mempengaruhi hasil pemilihan sebelum atau saat pemungutan suara dimulai, merupakan fenomena yang tidak asing dalam dinamika politik di Indonesia.

“Serangan fajar bisa berupa penyebaran berita bohong, intimidasi terhadap pemilih, atau bahkan upaya-upaya untuk mempengaruhi proses penghitungan suara,” jelas Teddy yang pernah menjadi Ketua Badan Pengurus Aliansi Pemantau Pemilu Independen (APPI) Sumbar ini.

Teddy menegaskan bahwa kesadaran dan kewaspadaan masyarakat sangat penting untuk mencegah potensi kecurangan dan serangan fajar tersebut.

“Masyarakat harus cerdas dalam menyikapi informasi yang mereka terima, serta melaporkan segala bentuk pelanggaran atau tindakan yang mencurigakan kepada pihak berwenang,” katanya.

Dalam suasana politik yang semakin panas menjelang pemilihan, Teddy Alfonso mengajak semua pihak untuk menjaga kedamaian dan keamanan.

“Mari kita tunjukkan kepada dunia bahwa kita mampu melaksanakan pemilihan yang demokratis dan berintegritas,” sebutnya. (000)

Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.



Pos terkait